SUARAPENA.COM – Seluruh tokoh adat dan masyarakat kranggan Kecamatan Jatisampurna melaksanakan tradisi Perayaan Tahun Alif dengan tema ‘Sedekah Bumi Sewindu Sekali Dan Ritual Adat Kebo Bule’, Jumat (14/1/2022) yang dilaksanakan ba’da sholat jumat hingga selesai. Kegiatan tersebut dilakukan tokoh adat kranggan setiap 8 Tahun sekali atau disebut Sewindu tahun alif.
Pada prosesi tradisi Sedekah Bumi Sewindu Sekali dan Ritual Adat Kebo Bule dimulai dengan mengarak dengan berjalan kaki dari Rumah Adat Kranggan jalan Lembur II Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi hingga finis di Jalan Gari dengan rute perjalanan sejauh kurang lebih 3 kilometer, turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi yang juga tokoh adat kranggan Anim Imammudin, Sesepuh Adat Kampung Kranggan Olot Kisan berikut rombongannya, Plt Camat Jatisampurna Nata Wirya, Lurah Jatirangga Ahmad Apandi, Kepala Disparbudpar Ridwan.
Di lokasi finis arak-arakan diikuti puluhan tokoh adat atau sesepuh dan masyarakat setempat. Sekaligus melakukan doa syukuran dan kemudian setelah selesai syukuran makanan yang tersedia tersebut diberikan kepada masyarakat yang hadir.
Suta Tjamin, Tokoh Budaya dan Sepuh Kranggan, usai acara dalam kesempatannya mengatakan acara selamatan sewindu atau 8 tahun sekali ini merupakan tasyakuran bahwa masyarakat kranggan telah diberikan keselamatan dan kecukupan sandang, pangan, papan.
“Ini merupakan tradisi adat budaya masyarakat kranggan kecamatan jatisampurna secara umumnya, tadi masyarakat yang datang ke acara ini dibatasi dan cukup hadir saja karna mengingat aturan pemerintah terkait Protokol Kesehatan (Prokes). Dimulai dari Ngarak Kebo Bule dengan berjalan kaki dari kediaman sesepuh utama Olot Kisan sampai gang Gari,” terang Suta Tjamin.
Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi, yang turut hadir pada tradisi budaya masyarakat kranggan tiap 8 tahun sekali tersebut terlihat memakai pakaian adat kranggan cele bermotif kotak-kotak hitam putih dan iketan atau udeng di kepala. “Kami dari pihak kelurahan sangat mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini, harapan kedepannya budaya di jatirangga ini menjadi salahsatu unggulan dari sektor Kebudayaan baik di kota bekasi maupun di nasional,” ungkapnya.
“Kegiatan tradisi kebudayaan masyarakat kranggan tiap 8 tahun sekali ini yang pertama saya ikuti, karna saya menjabat sebagai lurah baru 3,5 tahun. Rangkaian perayaan tahun alif ini dilaksanakan selama 3 hari 3 malam, malam pertama ada kegiatan Pencak Silat dan Pagelaran Topeng maupun Jaipong, malam kedua ada Wayang Golek maupun wayang kulit, dan hari ini puncaknya malam ketiga arakan kebo bule dan pelaksanaan sedekah bumi,” imbuhnya. (Yudhi)










