Nah, atas hasil-hasil pemilu sementara ini, terjadi kontroversi akibat kubu pasangan calon 02 dan sebagian pendukungnya tidak mempercayai hasil penghitungan quick count. Mereka mengaku memilki data hasil penghitungan ‘internal’ yang menujukkan hasil sebaliknya sehingga sampai dua kali tampil di panggung mengumumkan klaim kemenangannya. Sementara kubu pasangan 01 meski oleh lembaga survei dinyatakan sebagai pemenang tampil sebaliknya, menghormati proses sambil menunggu hasil resmi penetapan dan pengumuman KPU.
Sebagian masyarakat dibuat bingung dan bahkan terprovokasi oleh berbagai ajakan untuk menolak hasil pemilu, bahkan ajakan melakukan aksi-aksi inkosntitusional people power. Ajakan dan provokasi ini sama sekali tidak memiliki dasar sama sekali, kecuali kekecewaan karena kalah dalam pemilu.
Pemilu kita adalah salah satu pemilu yang menjadi contoh dan rujukan dunia untuk pemilu yang demokratis dan menjamin akuntabilitas proses, karena memiliki tiga (3) elemen yang menopangnya; yakni (1) pemilu yang terbuka; (2) memiliki mekanisme pembuktian kebenaran data; dan (3) memiliki kelengkapan berbagai perangkat hukum dan lembaga penyelesaian jika terjadi masalah.
Terbuka atau Transparan
Karena proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS semua pihak dapat menyaksikan, mulai dari petugas, pemilih, saksi-saksi, pematau dan masyarakat luas. Bahkan apa yang disebut pesta demokrasi itu sesungguhnya ada di TPS. Semua orang antusias, bergembira dan tidak ada ketegangan-ketegangan.










