Suarapena.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan memastikan tak ada pembatasan mobilitas pada saat libur natal dan tahun baru (Nataru).
“Pada libur Nataru kali ini tidak ada pembatasan mobilitas seperti tahun sebelumnya. Namun demikian, pelayanan transportasi publik tetap mengedepankan aspek kesehatan, selain keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi, Rabu (14/12/2022).
Budi menyebut pihaknya akan tetap mengantisipasi potensi pergerakan dalam wilayah aglomerasi, mobilitas lokal, potensi pergerakan ke lokasi-lokasi wisata, serta para pemudik yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan pribadi.
Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kemenhub, potensi pergerakan pada Nataru tahun ini yaitu 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 44,17 juta orang.
Jumlah ini dikatakan Menhub, lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang diprediksi sebanyak 19,9 juta orang.
Adapun prediksi pergerakan masyarakat terbesar berasal dari Jabodetabek sebanyak 7,1 juta orang atau 16,5 persen dari total pergerakan 44,17 juta orang.
Kemudian diikuti oleh daerah Jawa Timur 6,2 juta orang atau 14,5 persen, lalu Jawa Tengah 5,8 juta orang atau 13,6 persen, Jawa Barat 4,4 juta orang atau 10,2 persen, dan Sumatera Utara 3 juta orang atau 6,9 persen.
Sedangkan untuk daerah tujuan terbanyak diungkapkan Budi, diprediksi paling besar yaitu ke Jawa Tengah 19,7 persen. Disusul Jawa Timur 17,5 persen, Jawa Barat 14,6 persen, Jabodetabek 10,5 persen, dan DI Yogyakarta 8,2 persen.
“Untuk Kota/Kabupaten, daerah wisata menjadi daerah tujuan terbanyak yaitu ke Yogyakarta 19,7 persen, Kab Bandung 17,5 persen, Kabupaten Malang 14,6 persen, Kota Bandung 10,5 persen dan Kab Bogor 8,2 persen,” tutur Menhub Budi.
Terkait moda transportasi utama yang digunakan masyarakat masih didominasi oleh mobil pribadi 28,26 persen dan sepeda motor 16,47 persen.
Sementara untuk pengguna angkutan umum terbanyak diungkapkan Budi, yaitu kereta api 5,9 juta orang atau 13,42 persen, bus 5,2 juta orang atau 11,90 persen, pesawat 4,8 juta orang atau 11,02 persen, kapal penyeberangan 1,9 juta orang atau 4,49 persen, dan kapal laut 901 ribu orang atau 2,04 persen.
“Jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum di semua moda mengalami kenaikan 54,62 persen dibandingkan tahun lalu, atau sekitar 14,72 juta penumpang,” kata Budi.
Adapun monitoring dan evaluasi pelaksanaan angkutan nataru, Kemenhub juga menyelenggarakan Posko Terpadu Nataru mulai 19 Desember 2022 s.d. 4 Januari 2023.
Selain itu, Kemenhub pun menyiapkan sejumlah hal untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan angkutan Nataru seperti kesiapan sarana dan prasarana transportasi, melakukan sosialisasi kebijakan kepada operator angkutan penumpang dan barang, serta masyarakat umum.
Lalu melakukan ramp check untuk memastikan kelaikan sarana dan prasarana transportasi, menerapkan manajemen rekayasa lalin pada jalan tol maupun non tol, dan pengaturan layanan transportasi selama masa Nataru sesuai dengan syarat perjalanan dalam dan luar negeri yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19.
Terakhir, Kemenhub juga melakukan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder terkait. (Sp/Pr)










