Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Pedagang Dilibatkan Dalam Dialog Revitalisasi Pasar Kranji

×

Pedagang Dilibatkan Dalam Dialog Revitalisasi Pasar Kranji

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Sejumlah pedagang Pasar Kranji Baru melakukan dialog dengan PT. Annisa Bintang Blitar (ABB) sebagai pengelola pasar tersebut pada Rabu (14/12/2022).

PT. ABB diwakili oleh Direktur Umum Muhammad Ali Baron yang menegaskan bahwa pembangunan revitalisasi Pasar Kranji tidak akan terbangun jika tidak ada kerjasama  antara Pemkot Bekasi, Pengembang dan Pedagang.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Maka itu kerjasama harus dibangun juga dari pedagang,” ucap pria yang akrab disapa bang Baron ini.

Selain itu, Baron juga mengaku mendapat keluhan dari pedagang yang menemuinya soal pintu utara akses jalan masuk agar dibuka, termasuk pagar seng di depan pedagang dilepas dan tidak boleh ada pedagang kaki lima.

Berita Terkait:  Tiga Tahun Berlalu, Pembangunan Pasar Kranji Belum Juga Ada Progres

“Iya kalau soal aspirasi tadi kan kita sudah sepakat,” tutur Baron.

Ditambahkan dia, para pedagang tersebut juga berjanji akan membantu mengajak pedagang lainnya untuk memenuhi kewajiban pembayaran kios yang 40 persen.

“Iya tadi ada kesepakatan juga dari mereka (pedagang) berjanji untuk membayar 10 persen pertama dan 10 persen kedua, lalu ada juga ada yang siap membayar 40 persen. Mereka juga siap membantu mengajak pedagang lainnya untuk membayar tahapan pembayaran kios yang 40 persen,” ujarnya.

Berita Terkait:  Soal Pasar Kranji, Hany: Kemana Retribusi Parkir dan Kebersihan Disetor?

Pria berperawakan besar ini menegaskan akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan pedagang dibanding memakai cara-cara kekerasan. Pasalnya, kata Baron, dengan cara silaturahmi dan dialog jauh lebih baik.

“Ini kan untuk kepentingan pedagang juga. Yah cara persuasif dengan dialog kita bisa mewujudkan pembangunan Pasar Kranji Baru ini,” tandasnya. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca