Suarapena.com, JAKARTA – Berdasarkan hasil survei internal Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), diprediksi pergerakan masyarakat selama masa lebaran 2023 mencapai 123,8 juta orang.
Jumlah ini meningkat 14,2 persen jika dibandingkan dengan prediksi pergerakan masyarakat di masa Lebaran tahun 2022 lalu yang mencapai 85,5 juta orang.
“Melihat potensi pergerakan masyarakat yang begitu tinggi pada masa mudik tahun ini, kami bersama pemangku kepentingan terkait akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Baik berupa penyiapan sarana prasarana transportasi, aspek keselamatan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan kebijakan lainnya agar penyelenggaraan mudik tahun ini dapat berjalan dengan selamat, aman, dan terkendali,” ujar Menhub Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/3/2023).
Menhub menjelaskan, beberapa faktor yang menyebabkan tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik tahun ini diantaranya tidak adanya PPKM dan sudah memasukinya masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi Covid-19.
Selain itu, perekonomian juga yang semakin membaik, lalu tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan, dan persepsi positif dari masyarakat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2022 lalu.
“Penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang. Maka itu kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu, evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil survei, asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5 persen atau 77,3 juta orang.
Adapun lima daerah asal pemudik terbanyak yaitu Jawa Timur 17,1 persen atau 21,2 juta orang. Kemudian, Jawa Tengah 15,1 persen atau 18,7 juta orang, Jabodetabek 14,8 persen atau 18,3 juta orang, Jawa Barat 12,1 persen atau 14,9 juta orang, dan Sumatera Utara 3,6 persen atau 4,4 juta orang.
Sementara, lima daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yakni Jawa Tengah 26,45 persen atau 32, 75 juta orang. Kemudian, Jawa Timur 19,87 persen atau 24,6 juta orang, Jawa Barat 16,73 persen atau 20,72 juta orang, Jabodetabek 6,52 persen atau 8,07 juta orang, dan Yogyakarta 4,78 persen atau 5,9 juta orang.
Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 lebaran pada Jumat 21 April 2023, dimana diprediksi terjadi pergerakan sebesar 14,3 persen atau 17,7 juta orang. Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak H-3 lebaran Rabu 19 April 2023.
Untuk puncak arus balik, diperkirakan terjadi pada H+2 lebaran pada Selasa 25 April 2023 dan diprediksi pergerakan yang masih cukup tinggi hingga H+3 lebaran pada Rabu 26 April 2023.
Selanjutnya, untuk pemilihan moda transportasi didominasi moda darat dengan rincian mobil pribadi 22,07 persen atau 27,32 juta orang, sepeda motor 20,3 persen atau 25,13 juta orang, bus 18,39 persen atau 22,77 juta orang, kereta api antarkota 11,69 persen atau 14,47 juta orang, dan mobil sewa 7,7 persen atau 9,53 juta orang.
Survei ini dilakukan secara daring (online), yang mulai dari perencanaan dan analisis hasil surveinya dilakukan bekerja sama dengan kalangan akademisi dan pakar transportasi.
Adapun pelaksanaan survei ini telah memperhatikan berbagai faktor diantaranya sosiologis, ekonomi, budaya, dan dinamika yang terjadi di masyarakat, serta perubahan kebijakan dan regulasi terkait dengan penanganan kondisi Covid-19 yang semakin membaik.
Hasil survei ini menjadi dasar dan masukan penyiapan rencana operasi (renops) penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2023 yang dilakukan Kemenhub, Kementrian/Lembaga, dan juga pihak terkait lainnya. (Sp/Pr)










