Suarapena.com, BEKASI – Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin yang juga wakil rakyat di kalimalang memandang tiga nama yang muncul di publik cocok untuk di usulkan sebagai Pj Wali Kota Bekasi.
Ia menilai dari ketiga nama yang ada memiliki pengalaman atau jam terbang yang tinggi.
“Pada masa transisi saat ini, diperlukan adanya sosok penjabat kepala daerah yang berkapasitas dan berintegritas tinggi. Oleh karena itu, Penjabat kepala daerah juga harus mampu melanjutkan program pembangunan daerah dan menjaga netralitas birokrasi menjelang penyelenggaraan pemilu dan pilkada 2024 mendatang,” kata pria yang akrab disapa Gus Shol ini, Rabu (14/6/2023).
Gus Shol pun melihat bahwa penjabat kepala daerah dari unsur ASN memiliki keuntungan tersendiri, hal itu mengingat birokrat memiliki pengalaman tata kelola internal pemerintahan dan selama ini juga terlibat dalam penguatan pada aspek eksternal, seperti mengelola stabilitas politik, masyarakat, dan media.
“Saya kira pantas saja Pj kepala daerah seperti Pj Wali Kota diisi oleh orang yang diruang lingkup ASN. Karena bagaimana juga, mereka memiliki pengalaman dalam tata kelola internal pemerintahan dan lainnya,” ucap Gus Shol.
Meski begitu, dirinya juga memberikan catatan penting apabila nantinya Pj Wali Kota yang diusulkan terpilih dari salah satunya. Ia menekankan agar Pj Wali Kota ini harus benar-benar menjaga netralitasnya.
“Saya kira upaya-upaya itu perlu disepakati juga. Mengingat ini kan tahun politik. Jadi, tugas Pj nantinya harus benar-benar menjaga netralitas, salah satunya dengan cara memperkuat integritas ASN, memperkuat lembaga pengawasan, dan memberikan sanksi kepada aktor politik yang mengarahkan ASN tidak netral,” tegasnya.
Sebelumnya, muncul tiga nama yang layak diusulkan menjadi Pj Wali Kota Bekasi ke publik. Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo dalam pandangannya menyebut ada beberapa pejabat tinggi pratama senior yang memiliki track record baik.
Ia menilai mantan Sekda Reny Hendrawati, Pj Sekda Junaedi, dan mantan Kadis Tata Ruang Kota Bekasi yang saat ini menjabat sebagai Kadishub Provinsi Jawa Barat, Koswara Hanafi layak diusulkan menjadi Pj Wali Kota Bekasi.
Menurutnya, pengusulan nama dari internal birokrat Kota Bekasi ini menjadi penting lantaran terkait karakteristik daerah dan menjaga kondusifitas di tahun politik.
“Kan nanti Pj menjabat setahun lebih dan harus kawal tahun politik, saya kira pengusulan ini harus yang benar-benar memahami karakteristik Kota Bekasi, ya, jadi paling tidak bisa menjaga kondusifitas ketika tahun politik,” kata Didit.
Didit juga menerangkan, dalam regulasi pengisian jabatan Pj Wali Kota, DPRD harus mengusulkan tiga nama calon Penjabat (Pj) Kepala Daerah untuk menjadi bahan pertimbangan Kementerian Dalam Negeri dalam menetapkan Penjabat (Pj) Walikota.
DPRD Kota Bekasi punya hak untuk mengusulkan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri. Syarat yang bisa direkomendasikan oleh DPRD ialah Pejabat Tinggi Pratama.
“Ya, betul. Saya melihat dan memandang, untuk mengawal tahun politik seyogianya Pj Wali Kota Bekasi harus yang paham betul dengan kondisi Kota Bekasi. Seperti Pj Sekda Junaedi atau Kadishub Provinsi Jabar Koswara Hanafi.
Kenapa? Karena saya rasa teman-teman dewan sudah memahami sekali track record orang-orang ini, apalagi, Pj Sekda sekarang, Junaedi pernah menjadi Sekwan juga di DPRD,” paparnya.
Untuk diketahui, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto sebentar lagi akan memasuki purna tugas pada 20 September 2023 mendatang. Lantaran itu, publik memiliki kepentingan untuk menentukan sosok Pj Walikota yang akan memimpin di daerahnya. (Bo/Sp)










