Scroll untuk baca artikel

InternasionalNews

PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina dari Gaza

×

PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina dari Gaza

Sebarkan artikel ini
Ramai-ramai tolak usulan Trump relokasi warga Palestina dari Gaza.

Suarapena.com, KANADA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tegas menolak rencana Presiden AS Donald Trump untuk merelokasi warga Palestina keluar dari Jalur Gaza. Penolakan ini disampaikan pada Senin (27/1/2025) oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, yang menyebutkan segala bentuk pemindahan paksa penduduk atau pembersihan etnis tidak dapat diterima.

“Kami menentang setiap rencana yang akan menyebabkan pemindahan paksa penduduk atau mengarah pada pembersihan etnis dalam bentuk apa pun,” tegas juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Sebelumnya, pada Sabtu (25/1/2025), Trump mengusulkan agar warga Palestina yang terjebak di Gaza dipindahkan ke Mesir dan Yordania, dengan menyebut wilayah tersebut sebagai “lokasi yang telah hancur total” akibat perang genosida Israel. Namun, Dujarric menegaskan bahwa Mesir, Yordania, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara ramai-ramai telah menolak keras usulan tersebut.

Berita Terkait:  Guterres Serukan Dunia Bersatu Lewat Dialog Menyatukan Peradaban di Tengah Tantangan

Di sisi lain, PBB menyebut situasi di Tepi Barat semakin memburuk akibat meningkatnya serangan militer Israel. Dujarric menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang melibatkan pemukim warga Palestina di wilayah tersebut oleh militer Israel.

Dengan tegas pihaknya pun mengecam operasi militer Israel yang telah menyebabkan korban jiwa dan menghancurkan infrastruktur, terutama di Jenin dan kamp pengungsi Tulkarm.

Selama tujuh hari terakhir, serangan Israel di Jenin telah menewaskan 16 orang, sementara serangan udara di Tulkarm menambah jumlah korban jiwa dengan dua orang tewas.

Berita Terkait:  Indonesia Kutuk Serangan Militer Israel di Jenin-Tepi Barat

PBB juga mengingatkan agar rumah sakit harus dilindungi dan tidak boleh menjadi target dalam konflik ini, mengacu pada pengepungan Rumah Sakit Pemerintah Tulkarm oleh pasukan Israel.

Sebagaimana diketahui, ketegangan di Tepi Barat terus meningkat, dengan lebih dari 47.300 warga Palestina tewas dan 111.500 lainnya terluka akibat perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Pada saat yang sama, PBB memperingatkan agar dunia internasional tidak mengabaikan situasi di Tepi Barat yang kini semakin genting. (sp/at)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca