Suarapena.com, DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggulirkan program pembangunan rumah apung bagi warga terdampak bencana rob di Kabupaten Demak. Upaya ini menjadi salah satu langkah adaptif untuk menjawab persoalan banjir pasang laut yang telah lama melanda kawasan pesisir.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan permukiman warga yang terdampak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan bahwa rumah apung menjadi solusi yang relevan, khususnya bagi warga di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.
“Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujar Boedyo, Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan semangat kolaborasi yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurut dia, penanganan rob membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Pak Gubernur selalu menyampaikan pentingnya kerja super team, bukan super man. Itu yang kami lakukan dalam menangani permukiman warga di daerah terdampak rob,” kata dia.
Hingga akhir 2025, sebanyak 15 unit rumah apung telah dibangun melalui berbagai sumber pendanaan. Satu unit prototype dibangun pada 2023 oleh Pemkab Demak bersama CSR, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit lainnya pada 2025 melalui kolaborasi CSR Bank Jateng dan pemerintah daerah.
Pada 2026, jumlah pembangunan akan ditingkatkan menjadi 20 unit. Rinciannya, 19 unit akan dibangun di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Sebanyak 17 unit di antaranya didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.
Boedyo menuturkan, pembangunan tahap awal pada tahun ini telah dimulai sejak Maret 2026. Tiga unit rumah apung sedang dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Adapun penerima bantuan tahap awal tersebut adalah Rokani di Desa Bedono, serta Krisma dan Ngadiyanto di Desa Timbulsloko.
Ia berharap, program rumah apung dapat menjadi solusi jangka panjang bagi warga pesisir yang selama ini hidup dalam ancaman rob.
“Selama ini rob menjadi masalah utama bagi warga. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman,” ujar Boedyo. (sp/pr)










