Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diproyeksikan menjadi langkah strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia memperoleh akses gizi seimbang sejak dini, sekaligus mendorong terbentuknya generasi yang sehat dan kompetitif.
Upaya tersebut disosialisasikan dalam kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia” yang digelar di Kota Bekasi pada Jumat (14/11/2025). Melalui program ini, pemerintah berharap akses pangan bergizi dapat dirasakan merata oleh anak-anak di seluruh daerah.
Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan yang diwakili stafnya, Mohammad Iqbal Alam Islami, menuturkan bahwa sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami tujuan serta manfaat dari program MBG.
“Dalam implementasinya, program ini tentu menghadapi tantangan, terutama agar penyalurannya tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang membutuhkan,” kata Iqbal dalam keterangannya, Sabtu (15/11/2025).
Ia menambahkan, dukungan berbagai pihak menjadi kunci agar MBG berjalan efektif. Keterlibatan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan di Bekasi dinilai penting untuk mengawal pelaksanaan program ini.
“MBG hadir untuk menekan risiko gizi buruk, menurunkan angka stunting, dan memperkuat fondasi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Iqbal berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan karena dinilai turut memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi pemerintah daerah, Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah, menyampaikan bahwa MBG merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta dikategorikan sebagai program prioritas nasional.
“Program ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi unggul. Sosialisasi menjadi penting agar masyarakat, orang tua, dan mitra kerja memahami manfaat MBG. Kolaborasi harus terus diperkuat,” ujar Siti.
Sementara itu, perwakilan BGN, Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa MBG tidak hanya bertujuan menekan stunting dan memperbaiki gizi anak, tetapi juga berdampak pada penguatan ekonomi penerima manfaat. Program ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga dan memicu aktivitas ekonomi lokal.
Melalui rangkaian sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan menjadi agen informasi untuk menyebarluaskan manfaat program MBG. Edukasi mengenai gizi seimbang, menurut para pemangku kepentingan, menjadi fondasi penting dalam membangun pola hidup sehat yang berkelanjutan.
Program MBG menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting serta memperkuat kualitas generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (sp/pr)







