Dia juga menyampaikan dalam pembinaan ada tantangan baik internal maupun eksternal yang harus dilewati oleh peserta pembinaan yang akan berlaga pada event-event yang berat seperti MTQ atau STQH tingkat Jawa Barat yang memang pesaingnya juga cukup mumpuni dan berkualitas.
“Terutama soal murojaah hapalan di era sekarang yang serba gadget seperti adanya game online ini menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak kita untuk menjaga hapalan serta hambatan lingkungan juga harus mereka lewati agar bisa fokus pada lomba yang akan dihadapi,” paparnya.
Selain itu lawan-lawan yang berat juga harus menjadi fokus pembinaan agar kulitas peserta pembinaan bisa bersaing dalam perlombaan dan bisa mendapatkan prestasi atau menjadi juara membawa harum nama Kabupaten Bekasi.
“Lawan-lawan berat kita adalah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan terakhir ada Kabupaten Karawang yang ikut meramaikan dominasi papan atas persaingan termasuk Kabupaten Bekasi di dalamnya. Bahkan kita pernah Juara Umum Tahun 2013 dan Tahun 2015,” terangnya.
Untuk memacu prestasi selain pembinaan yang berjenjang juga agar tenang dalam belajarnya, Pemkab Bekasi memberikan insentif seperti uang kadeudeuh atau pembinaan bagi mereka yang meraih juara atau diberikan beasiswa.
“Kita tengah berkoordinasi dengan dinas-dinas agar mereka yang berprestasi selain mendapat uang pembinaan juga mendapat beasiswa dari instansi atau dinas yang ada di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Hms)










