Scroll untuk baca artikel

HeadlineOlahraga

Persib Takluk dari Bhayangkara, Bobotoh Ricuh, dan Djanur Siap Dipecat

×

Persib Takluk dari Bhayangkara, Bobotoh Ricuh, dan Djanur Siap Dipecat

Sebarkan artikel ini
Bobotoh Ricuh
Evan Dimas saat mencoba menerobos pertahanan Persib Bandung di Stadion Patriot Chandrabhaga, Minggu (4/6/2017)

SUARAPENA.COM – Persib Bandung tumbang hadapi Bhayangkara FC dengan skor 2-0, di Stadion Patriot Chandrabhaga, Minggu (4/6/2017). Karena kecewa, bobotoh ricuh dan meminta Djanur Dipecat.

Bhayangkara FC menaklukkan Persib Bandung dengan yang dicetak oleh Paulo Sergio di menit ke 27, dan Ilham Udin Armaiyn di menit ke 81.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Dalam laga tersebut pertandingan sempat terhenti lantaran adanya kericuhan yang dibuat oleh bobotoh Persib Bandung. Awalnya, bobotoh dari arah tribuk timur mulai melempar botol air mineral, dan diikuti oleh bobotoh dari tribun lainnya. Selain itu, flare juga dinyalakan dan dilemparkan ke lapangan.

Berita Terkait:  Bertandang ke Bogor, Bhayangkara FC Bertekad Balas Kekalahan atas PS TNI

Kericuhan mulai memuncak setelah belasan bobotoh dari arah tribun timur turun dan berlari masuk ke dalam lapangan. Petugas keamanan pun bekerja sigap mengendalikan bobotoh yang ricuh dengan menembakkan gas air mata.

Bobotoh kecewa dengan permainan yang ditampilkan squad Maung Bandung, mereka mendesak agar pelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman lengser dari posisi pelatih Persib Bandung.

“Jangan jadikan Persib sebagai ajang bisnis. Yang masuk di persib tidak pakai hati mending keluar saja,” kata bobotoh Persib aaal Karawang Iwan.

Sementara Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurjaman mengaku siap dicopot dari posisinya saat ini.

Berita Terkait:  Menang di Palembang, Bhayangkara FC Siap Taklukkan Kembali Sriwijaya di Bekasi

“Saya siap untuk dievaluasi dan saya serahkan ini ke manajemen. Saya juga siap untuk dipecat bila memang itu keinginan dari manajemen,” akunya. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca