Suarapena.com, TANGERANG – Persikota Tangerang menelan kekalahan tipis dalam laga lanjutan Pegadaian Liga 2 Nasional 2024. Bertanding di kandang sendiri, Stadion Benteng Reborn, tim berjuluk “Pendekar Cisadane” harus rela menyerah 1-0 dari PSKC Cimahi pada Minggu, 5 Januari 2025.
Kekalahan ini tercipta melalui gol spektakuler pemain PSKC yang mengenakan nomor punggung 17. Dengan tendangan keras dari luar kotak penalti, bola meluncur mulus ke sudut pojok gawang Persikota, menaklukkan penjaga gawang mereka.
Meski begitu, Pelatih Persikota Tangerang, Delfiadri, menilai anak asuhnya telah tampil sangat baik dan menunjukkan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Salah satu momen yang mengundang protes terjadi saat timnya berhasil mencetak gol dari tendangan bebas yang mengenai mistar, namun gol yang dicetak Muhammad Syukron harus dianulir karena wasit memutuskan posisi offside.
Delfiadri pun angkat bicara mengenai keputusan kontroversial tersebut. “Dalam liga profesional ini, saya kira PSSI harus mempertimbangkan penggunaan VAR (Video Assistant Referee),” tegasnya setelah pertandingan di Stadion Benteng Reborn.
Pelatih yang akrab disapa Deli ini melanjutkan, meski kekalahan ini membuat Persikota gagal meraih kemenangan penting yang bisa mengantarkan mereka ke delapan besar, mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka.
“Kami akan evaluasi kekurangan tim, baik dari segi formasi maupun kesiapan fisik pemain, agar kami siap menghadapi laga terakhir,” tambahnya.
Persikota Tangerang kini hanya memiliki satu pertandingan lagi untuk menentukan nasib mereka di Liga 2 2024, yakni melawan Dejan FC yang akan digelar di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan pada Sabtu, 11 Januari 2025 mendatang. (sp/pr)










