“Tertinggi Facebook mencapai 49,4 persen. Disusul WhatsApp 15,9 persen, dan Twitter 12,3 persen. Sisanya tersebar di Instagram, Youtube, Tiktok, dan lainnya,” kata Kristien.
Kristien menambahkan, ada beberapa tools yang bisa digunakan untuk melakukan verifikasi data. Dalam melakukan verifikasi foto bisa menggunakan reserve image search, google lens, atau memasang eksistensi search by image.
Untuk melakukan verifikasi video dapat dilakukan dengan penggunaan keyword, menggunakan frame/foto video secara manual, dan menggunakan foto/frame video secara otomatis menggunakan InVID. Sementara untuk verifikasi lokasi dapat dilakukan dengan menggunakan google map. (sng)










