Suarapena.com, JAKARTA – Dr Retno Agustina Ekaputri, Rektor Universitas Bengkulu, telah dipilih untuk menjadi salah satu dari 11 panelis dalam debat kedua calon wakil presiden (Cawapres) yang akan diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada tanggal 22 Desember 2023.
“Kami di Universitas Bengkulu merasa sangat terhormat karena telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024,” ungkap Rektor Retno melalui pernyataan elektronik yang dikeluarkan di Bengkulu, pada hari Selasa (19/12/2023).
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menunjuk Dr Retno Agustina Ekaputri, Rektor Universitas Bengkulu, sebagai salah satu dari 11 panelis dalam debat cawapres Pilpres 2024.
KPU mengumumkan bahwa panelis debat cawapres perdana tersebut terdiri dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, birokrat, ekonom, dan perwakilan dari organisasi non pemerintah.
Panelis tersebut antara lain Alamsyah Saragih, anggota Ombudsman RI periode 2016-2020; Adhitya Wardhono, ekonom dan pengajar FEB Universitas Jember; Agustinus Prasetyantoko, ekonom dan Rektor Universitas Katolik Atma Jaya 2015-2023; Fauzan Ali Rasyid, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung; dan Hendri Saparini, pendiri dan ekonom CORE Indonesia.
Selanjutnya, ada Hyronimus Rowa, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi IPDN; Poppy Ismalina, Associate Professor di Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM; Dr Retno Agustina Ekaputri, Rektor Universitas Bengkulu 2021-2025.
Panelis lainnya adalah Suharnomo, Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro; Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif INDEF dan Dosen FEB Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta; dan Yosa Rizal Damuri, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies/CSIS.
Ke-11 panelis ini akan bertugas menyusun pertanyaan untuk debat calon wakil presiden, dengan tema yang mencakup “Ekonomi (ekonomi kerakyatan dan ekonomi digital), Keuangan, Investasi Pajak, Perdagangan, Pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur, dan Perkotaan.”(sng/ant)










