Scroll untuk baca artikel

Kuliner

Restoran Haryanto, Wujud Diplomasi Kuliner Indonesia di Dubai

×

Restoran Haryanto, Wujud Diplomasi Kuliner Indonesia di Dubai

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan apresiasi tinggi kepada alumni Poltekpar Bandung yang berhasil membuka restoran Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Restoran Haryanto menjadi salah satu sarana promosi efektif tentang pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia melalui diplomasi kuliner.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Sandiaga mengunjungi Restoran Haryanto di Nad Al Sheba 1, Dubai, pada Sabtu (6/1/2024) waktu setempat, dalam rangka kunjungan kerjanya di UEA.

Ia menyampaikan rasa kagum dan bangganya kepada Haryanto, pemilik restoran, yang merupakan alumni Poltekpar NHI Bandung.

Haryanto bersama rekan-rekannya telah menciptakan sebuah sentra ekonomi kreatif Indonesia di Dubai dengan menyajikan berbagai menu makanan khas Indonesia.

“Restoran Haryanto ini adalah bukti bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik dan potensi besar di pasar internasional, terutama di Dubai, yang merupakan kota metropolitan dan multikultural. Saya bersyukur bisa langsung melihat dan mencicipi makanan-makanan lezat yang disajikan di sini,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin (8/1/2024).

Berita Terkait:  Bandung Tembus 34 Besar Kota Kuliner Dunia, Ungguli Dua Kota Besar

Sandiaga menambahkan bahwa restoran ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, yang menyukai cita rasa dan variasi makanan Indonesia.

Restoran ini juga menyesuaikan menu-menu dengan selera warga lokal, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

“Di sini, kita bisa menemukan makanan Indonesia, seperti rendang, soto, gado-gado, dan lain-lain, yang disajikan dengan cara yang menarik dan modern. Tapi kita juga bisa menemukan makanan-makanan yang digemari oleh masyarakat di distrik Maidan ini, di pusat kota Dubai, seperti nasi goreng, mie goreng, dan bakso,” jelasnya.

Sandiaga juga mengapresiasi upaya Haryanto dalam mengembangkan talenta Indonesia di bidang kuliner. Restoran ini mempekerjakan 12 orang pekerja yang semuanya berasal dari Indonesia.

Sandiaga menilai restoran ini sangat potensial untuk menjadi mitra Kemenparekraf dalam mengembangkan program Indonesia Spice Up the World, yang bertujuan untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia melalui kuliner.

Berita Terkait:  Menikmati Bakso dengan Suasana Vintage-Modern di Lapangan Tembak Senayan

“Program Indonesia Spice Up the World adalah salah satu cara kita untuk menunjukkan kekayaan dan keunikan kuliner Indonesia kepada dunia. Saya berharap restoran ini bisa menjadi salah satu duta kuliner Indonesia di Dubai dan UEA, dan bisa bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk mengembangkan program ini lebih lanjut,” ucap Sandiaga.

Sandiaga juga berharap agar generasi muda dan diaspora Indonesia bisa terinspirasi dari kisah sukses Haryanto, yang telah memulai bisnis kuliner sejak 10-15 tahun yang lalu dan kini telah mampu menyajikan makanan berkualitas tinggi yang disukai oleh berbagai kalangan, bahkan sampai ke setingkat syekh Muhammad.

“Saya berpesan kepada anak-anak muda dan diaspora Indonesia untuk tidak ragu dan tidak takut untuk mengembangkan bisnis kuliner di luar negeri. Kita harus optimis dan percaya diri bahwa kuliner Indonesia bisa bersaing dan menjadi juara di mancanegara. Saya optimis bahwa dengan semangat dan kreativitas yang tinggi, kita bisa membangkitkan ekonomi Indonesia melalui kuliner,” tutur Sandiaga. (sp/prk)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca