Scroll untuk baca artikel

PendidikanSuara Jateng

Segera Daftar! SMKN Jateng Buka 264 Kuota Siswa Tak Mampu

×

Segera Daftar! SMKN Jateng Buka 264 Kuota Siswa Tak Mampu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Foto/Net)
Ilustrasi (Foto/Net)

SUARAPENA.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah membuka beasiswa untuk siswa tidak mampu yang mempunyai prestasi pada tahun ajaran 2022/2023.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Ainur Rojik mengatakan, ada 264 kuota siswa tidak mampu yang akan digratiskan seluruh biaya pendidikan, mulai dari seragam sekolah hingga makan dan asrama.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Dari jumlah kuota tersebut, dibagi untuk tiga SMKN Jateng. Di Kota Semarang dengan daya tampung 120 siswa, kemudian di Kabupaten Pati 48 siswa, dan di Kabupaten Purbalingga 96 siswa.

Ainur menjelaskan, pada tahap awal penerimaan siswa baru, pihaknya berencana melakukan sosialisasi terkait dengan PPDB SMKN Jateng.

Rencananya, akan digelar temu daring pada Senin depan dengan peserta Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, ketua MKKS SMP, dan koordinator guru BK SMP se-Jateng.

Berita Terkait:  Giliran Aset Milik Obligor Agus Anwar yang Disita Satgas BLBI

Dengan sosialisasi tersebut, Ainur berharap informasi PPDB SMKN Jateng TA 2022/2023 dapat diterima calon siswa yang tersebar di Jateng dan orang tua calon murid pun bisa teredukasi dengan baik.

“Kalau pendaftaran nanti melalui website https://www.ppdb.smknjateng.sch.id/ mulai 1 Maret sampai 28 April 2022,” ujar Ainur dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/2/2022).

Ainur pun menegaskan, SMKN Jateng dikhususkan bagi siswa yang berprestasi tetapi terkendala biaya atau miskin.

Hal tersebut, kata dia, merupakan bentuk kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk meningkatkan akses layanan pendidikan.

Bagi calon peserta didik, nantinya akan menjalani sejumlah seleksi. Mulai dari seleksi administrasi, hingga kunjungan ke rumah calon siswa guna memastikan benar-benar berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi.

Berita Terkait:  Didukung PDI Perjuangan, Tiga Publik Figur Siap Bertarung di Kontestasi Pilkada

Lebih lanjut, Ainur menyampaikan, mulai tahun ini SMKN Jateng akan dikelola oleh Cabang Dinas Pendidikan sesuai dengan wilayah masing-masing.

Tujuannya ialah agar komunikasi dan teknis pembiayaan lebih dekat.

Meski begitu, supervisi dan pembinaan SMKN Jateng tetap dipantau oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Ainur pun berharap, dengan adanya program ini, orang tua calon siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.

Pasalnya, dunia industri saat ini banyak yang berminat merekrut lulusan SMKN Jateng.

“Soft skill lulusannya bagus. Jadi, jangan dilewatkan kesempatan ini. Bagi mereka yang berprestasi tetapi tidak mampu, bisa memanfaatkan peluang dari kebijakan gubernur ini,” pungkasnya. (Bo/Hms)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca