Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Seni Pertunjukan Didorong Jadi Penguat Pariwisata Kota

×

Seni Pertunjukan Didorong Jadi Penguat Pariwisata Kota

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bandung dorong seni pertunjukan jadi motor pariwisata.
Wali Kota Bandung dorong seni pertunjukan jadi motor pariwisata.

Suarapena.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong penguatan ekosistem seni pertunjukan sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor hiburan dan pariwisata di Kota Bandung. Menurut dia, keberlanjutan seni pertunjukan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kota.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri pementasan cerita rakyat Lutung Kasarung yang diproduksi oleh Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) Dance Company di Serhaya Hall, Gedung Pos Indonesia, Sabtu (7/2/2026). EKI Dance Company merupakan kelompok seni yang telah konsisten berkarya selama lebih dari 30 tahun di Indonesia.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Farhan mengapresiasi perkembangan EKI yang dinilai mampu mentransformasikan seni pertunjukan yang sebelumnya bersifat serius menjadi lebih populer dan mudah diterima masyarakat luas, khususnya generasi muda. Ia mengaku pernah terlibat dalam produksi EKI sekitar 20 tahun lalu dan menyaksikan perubahan signifikan dalam pendekatan artistik kelompok tersebut.

Berita Terkait:  Farhan Ultimatum Proyek Galian Kabel di Bandung Rampung 5 Maret 2026

“Dulu mereka membuat musikal dengan pendekatan yang cukup serius. Sekarang berkembang jadi lebih populer dan lebih dekat dengan publik. Pendekatan ke penontonnya kuat, dan ini perkembangan yang sangat baik,” ujar Farhan.

Ia juga menyampaikan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat terhadap pementasan Lutung Kasarung yang berhasil menarik penonton hingga seluruh tiket terjual habis. Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung memberikan dukungan terhadap pementasan tersebut, termasuk melalui sejumlah insentif.

“Saya senang ketika tahu pertunjukannya sold out. Kami mendukung penuh dan memberikan beberapa insentif,” katanya.

Terkait ketersediaan ruang pertunjukan, Farhan menilai persoalan utama seni pertunjukan di Bandung bukan terletak pada minimnya gedung, melainkan pada kurangnya jumlah dan kesinambungan pertunjukan yang digelar.

“Yang masih kurang sebenarnya bukan gedung pertunjukannya, tetapi pertunjukannya. Itu yang harus terus didorong. Tantangannya adalah sensitivitas harga di Bandung cukup tinggi sehingga harga tiket tidak bisa terlalu mahal. Solusinya adalah memperbanyak pertunjukan agar ekosistemnya hidup,” ujar Farhan.

Berita Terkait:  Anggaran Infrastruktur Jalan Bandung Naik Jadi Rp 300 Miliar, Farhan Tekankan Hal Ini

Menurut Farhan, pengemasan cerita rakyat Lutung Kasarung dalam format pertunjukan modern merupakan langkah penting untuk mendekatkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Lutung Kasarung adalah legenda besar di Jawa Barat. Pendekatan budaya populer membuat anak muda, bahkan anak-anak, lebih dekat dengan cerita tersebut. Karya budaya yang berakar pada tradisi harus bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman,” tuturnya.

Lebih lanjut, Farhan menekankan bahwa seni pertunjukan memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata Kota Bandung. Ia menyebut, sektor hiburan dan pariwisata menjadi salah satu penopang utama perekonomian kota.

“Dalam pariwisata ada tiga unsur, yaitu sesuatu yang bisa dilihat, bisa dikerjakan, dan bisa dibeli. Ketiganya harus saling mendukung dalam satu ekosistem yang sehat. Ini perlu dibangun secara jangka panjang, bukan secara instan,” kata Farhan. (sp/ky)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca