Suarapena.com, MANILA – Puteri Komarudin, anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang mewakili Indonesia, telah menyoroti krisis kesehatan yang sedang berlangsung di Palestina selama Sesi Pleno ketiga dari Pertemuan Tahunan Asia-Pacific Parliamentary Forum (APPF) ke-31 di Manila.
Dia menekankan bahwa tidak mungkin membahas krisis kesehatan tanpa mempertimbangkan situasi di Palestina, di mana serangan militer telah merenggut nyawa lebih dari 13.000 warga Palestina dan merusak empat rumah sakit besar di Gaza, termasuk rumah sakit Indonesia, sehingga lebih dari 50.000 pasien tidak dapat ditangani dengan baik.
Puteri juga mengajak negara-negara di Asia Pasifik untuk menyerukan penghentian agresi militer dan membuka akses kesehatan bagi warga Palestina. Dia menegaskan bahwa perang dan serangan militer yang merusak layanan kesehatan tidak dapat dibenarkan dan harus dihentikan segera.
Selain itu, Puteri mendorong kerja sama dan kolaborasi antar negara-negara di Asia-Pasifik untuk membangun ketahanan dalam arsitektur kesehatan regional, khususnya dalam menyiapkan dan mengantisipasi risiko kesehatan di masa depan, seperti pandemi Covid-19.
Dia juga menyebutkan bahwa Indonesia terus meningkatkan alokasi anggaran kesehatan, yang mencapai Rp178,7 triliun pada tahun 2023, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan mencapai cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Care melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (syn/aha)










