Scroll untuk baca artikel
HeadlinePendidikan

Soal Full Day School, Pramono Anung: Bukan Dibatalkan Tapi Diperkuat

×

Soal Full Day School, Pramono Anung: Bukan Dibatalkan Tapi Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Kabinet Pramono Anung, saat menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6/2017) sore. Foto: Oji/Hms
Sekretaris Kabinet Pramono Anung, saat menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6/2017) sore. Foto: Oji/Hms

SUARAPENA.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung meluruskan kesimpangsiuran informasi soal kebijakan lima hari sekolah atau full day school (FDS). Menurutnya, kebijakan terkait hal itu bukan dibatalkan tetapi diperkuat.

“Kemarin kan ada salah paham beberapa mengatakan dibatalkan, seperti itu, sebenarnya tidak dibatalkan tapi diperkuat,” kata Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (20/6/2017) sore.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dia menjelaskan, kebijakan full day school akan diperkuat, dan sementara ini memang belum diberlakukan.

Mengenai apakah dengan demikian Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) mengenai full day school itu direvisi, atau ditunda, kata Anung, arahan Presiden Joko Widodo sudah jelas.

“Kemarin sudah disampaikan oleh Mendikbud maupun Ketua MUI, ya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pramono Anung mengakui jika gagasan FDS atau sekolah lima hari yang dipenuhkan, artinya dipadatkan, dalam Rapat Terbatas (ratas) yang dilakukan bulan Februari tahun 2017, secara prinsip sudah dilaporkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Berita Terkait:  Imbauan Nyanyikan Lagu Indonesia Raya untuk Tingkatkan Rasa Nasionalisme

Namun ketika Permendikbud soal full day school itu keluar dan menimbulkan berbagai pro dan kontra, karena ternyata banyak daerah yang belum siap terhadap hal tersebut, menurutnya, Presiden Jokowi secara langsung kepada Mendikbud  untuk mengevaluasi kebijakan full day school.

Jika memang harus diterapkan, karena ini mempunyai  pengaruh cakupan yang sangat luas kepada seluruh anak didik, nantinya diatur dalam peraturan yang lebih kuat.

Berita Terkait:  Dua Anak Penjual Kerupuk Wakili Indonesia Dalam Ajang Internasional

Untuk langkah-langkah selanjutnya, lanjut Seskab, diminta untuk lebih melakukan pendalaman, pematangan, agar betul-betul gagasan  full day school kalau memang diterapkan tidak lagi menimbulkan pro dan kontra.

“Supaya bisa diterima oleh seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. (dna/fid/jay/es/sng)