Menurutnya, warga di Cluster Fontania biasanya memiliki pohon buah di depan rumah mereka seperti pohon jambu, dan pohon mangga. Bahkan, ada beberapa warga yang berinisiatif untuk menanam sayur mayuran untuk keperluan mereka sendiri.
“Ada juga yang rajin menanam sayuran seperti bayam, cabe, dan kangkung. Dengan pelatihan ini nantinya composter yang menghasilkan pupuk bisa untuk keperluan sendiri dan juga bisa untuk dijual,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua STMIK Bina Insani, Didik Setiyadi berharap agar program penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosennya bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas. Lebih dari itu, penelitian mengenai pengelolaan sampah juga bisa menjadi pemicu semangat dosen-dosen lain agar lebih berinovasi dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.
“Hasil penelitian ini semoga bisa diimplementasikan kepada masyarakat. Dosen yang lain juga harus lebih semangat dalam inovasi yang dapat diberdayakan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” harap Didik. (*)











