Selain memberkan inovasi dalam operasional mesin, pihaknya juga memberikan terobosan dalam pengemasan pupuk cair. Dimana sebelumnya warga hanya menempatkan pupuk cair pada sebuah wadah botol air mineral, maka kali ini pupuk cair bisa dikemas dalam wadah yang lebih menarik berupa botol plastik dengan branding yang menarik.
“Jika kemasannya sudah menarik seperti ini maka bisa memberikan nilai tambah untuk bisa dijual secara online. Kita bantu juga untuk pelatihan digital marketing,” kata Fata.
Melalui pelatihan yang diberikan, pihak mitra dan warga juga mendapat pengetahuan tambahan dalam merawat dan menggunakan mesin pencacah dan mesin mixer. Keunggulan pengelolaan sampah dengan mesin ini adalah pengelolaan sampah yang dilakukan lebih cepat dan meningkatkan produksi.
“Dalam kegiatan ini semuanya terlibat, dosen dan mahasiswa terjun lapangan ke mitra dan masyarakat,” tukasnya.
Di tempat yang sama Sondi Budihardjo selaku Mitra Penilitian PKM STMIK Bina Insani mengaku bertermikasih dengan diberkannya bantuan hibah mesin pencacah sampah. Menurutnya bantuan berupa mesin dan pencacah sampah sangat bermanfaat.
“Kita jadi bisa memanfaatkan sampah seperti daun kering dan sisa makanan yang dikelola menjadi pupuk kompos dan pupuk cair,” kata Sondi.










