Interaksi dengan Allah itulah yang menjadi pembuka hati dan kebahagiaan hidup sehingga seseorang akan selalu merasa ramai walau sendirian, berani walau tanpa kawan, dan kaya walau hampa tangan. Sedang yang tidak memiliki jalinan hubungan akan selalu merasa berkekurangan walau hartanya bergelimang, akan selalu khawatir walau dijaga pengaman, dan jiwanya selalu gersang walau berada dalam keramaian.
Semoga kita semua berhasil bertemu dengan kekasih, karena tanpa “bertemu” dan “menemukan cahaya itu”, maka substansi wukuf belum bisa diraih. Demikian, Wa Allah A’lam . (*)









