Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Susah Sinyal, Ganjar Ngantor di Desa Gunungsari Kebumen

×

Susah Sinyal, Ganjar Ngantor di Desa Gunungsari Kebumen

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Menko Kemaritiman dan Investasi secara virtual, Selasa (11/1/2022) malam. Meski susah sinyal karena berada di desa pegunungan, tepatnya Desa Gunungsari, Karanggayam, Kebumen, Ganjar tetap mengikuti rapat dengan peralatan seadanya.

Hari itu Ganjar memang sedang melakukan kunjungan kerja daerah di Kebumen. Sekira pukul 19.30 WIB, Ganjar berangkat dari rumah warga ke Balai Desa Gunungsari. Rapat dilakukannya di sana, karena di rumah warga tempatnya tidur, sinyal tidak mendukung.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Rapat membahas kesiapan daerah dalam menghadapi munculnya virus corona varian Omicron yang sedang merebak. Sejumlah daerah menyampaikan kesiapannya kepada Menko Marves Luhut B Pandjaitan.

“Kita semua diminta untuk waspada terkait dengan omicron, dan tadi didata satu per satu bupati seluruh jawa yang merepresentasikan beberapa wilayah Jateng, Jatim, Jabar, untuk siaga termasuk DKI tentu saja,” kata Ganjar usai rapat.

Berita Terkait:  Tangis Bangga Seorang Ibu Melihat Anaknya Sukses di Jepang

Dia mengatakan, Jawa Tengah tetap siaga meski pintu keluar masuk orang ke Pulau Jawa melalui Jawa Timur dan DKI Jakarta. Ganjar menegaskan upaya sosialisasi tak boleh kendor.

“Nggak usah panik dengan omicron, tapi tolong prokes dijaga ketat dan ini selalu kita berikan evaluasi terus menerus,” beber gubernur.

Kedua, terang Ganjar, percepatan vaksinasi. Sehingga daya tahan tubuh terjamin dan warga terproteksi dari dalam.

“Di Karanggayam dan di Kebumen ini ternyata desanya keren bisa 86 persen vaksinnya, cukup baguslah. Mereka mengejar itu, dan menurut saya vaksinasi juga bagian yang mesti kita percepat,” tegasnya.

Berita Terkait:  Menkeu Singapura ke Jateng, Ganjar: Bicarakan Kerja Sama

Selain itu, Ganjar mengatakan jika sampai hari ini belum ditemukan varian Omicron di penambahan kasus covid-19 di Jateng.

“Nampak-nampaknya banyak yang terkena covid positif tapi belum kita temukan varian omicron, dengan alat WGS (Whole Genome Sequence) kita, selalu melakukan testing terus menerus dan belum ketemu,” ujarnya.

Dalam rapat, Ganjar juga sempat menyampaikan kepada forum terkait pelaksanaan ibadah umroh yang akan kembali digelar oleh Kementerian Agama. Pasalnya, varian Omicron seringkali ditemukan dari pelaku perjalanan luar negeri.

“Saya usul, karena banyak yang akan keluar masuk Indonesia apalagi yang ke luar negeri, betul-betul nanti yang umroh ini kita kawal. Sehingga mereka ketika berangkat, pulang pun tetap sehat. Itu trafic yang menurut saya mesti diwaspadai bersama,” tandasnya. (sng/ul)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca