Suarapena.com, BEKASI – Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar upacara tabur bunga di kawasan bersejarah Sasak Kapuk, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama jajaran pejabat TNI, Polri, serta DPRD Kota Bekasi, acara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan bagi para pahlawan, tetapi juga momen penting membuka kembali lembaran sejarah perjuangan rakyat Bekasi.
Sasak Kapuk bukan sekadar lokasi. Tempat ini menyimpan jejak heroik para pejuang lokal, seperti KH Noer Ali dan M. Hasibuan, yang bersama Laskar Rakyat dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan gigih mempertahankan tanah air dari serbuan sekutu pasca-kemerdekaan. Puncak tragedi terjadi pada 13 Desember 1945, saat kekuatan sekutu menggempur kota dengan persenjataan berat hingga menjadikan Bekasi sebagai lautan api.
Kini, delapan dekade berlalu, Sasak Kapuk dibuka kembali untuk publik sebagai bagian dari napak tilas sejarah, menjadi pengingat akan betapa mahalnya harga sebuah kemerdekaan.
“Kita hadir di sini di momentum HUT RI ke-80 untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan. Bekasi punya sejarah panjang perjuangan, dan ini harus selalu kita wariskan kepada generasi muda,” ujar Tri, Minggu (17/8/2025).
Sebagai bentuk konkret penghormatan, Pemkot Bekasi berencana membangun sebuah monumen di lokasi Sasak Kapuk. Monumen ini akan menjadi simbol peringatan abadi atas keberanian dan pengorbanan rakyat Bekasi dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.
“Pemerintah Kota Bekasi akan membangun monumen di Sasak Kapuk sebagai simbol penghormatan dan bukti nyata bahwa perjuangan para pahlawan Bekasi tidak akan pernah dilupakan,” tegas Tri.
Tabur bunga di Sasak Kapuk tahun ini bukan hanya prosesi, tetapi sebuah ajakan — agar generasi masa kini tak melupakan sejarah, dan terus menyalakan semangat cinta tanah air yang diwariskan para pejuang. (sp/hmd)










