Suarapena.com, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mendukung penuh percepatan operasionalisasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menurutnya, proyek KCJB ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diproyeksikan akan memberikan dampak positif. Bukan hanya di sektor transportasi, tetapi juga perekonomian.
Hadirnya KCJB menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki layanan kereta api cepat pertama di Asia Tenggara.
KCJB juga dinilai menjadi alternatif moda transportasi massal bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan cepat, nyaman, dan aman.
“Ini momen bersejarah. Tak hanya menjadi salah satu ikon kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok, namun juga akan makin mengintegrasikan antar moda transportasi di Jakarta dan Bandung.
Kami akan terus optimalkan kereta cepat pertama di tanah air ini. Nanti jika sudah terhubung antar moda LRT di Jakarta, lalu kereta cepat, dan kereta lokal di Bandung, maka kita memiliki paket integrasi antar moda terbaik di tanah air,” ungkap Erick dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11/2022).
Seperti diketahui, komitmen Erick dalam mendukung proyek KCJB ini dengan melibatkan konsorsium BUMN.
Diantaranya PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemimpin konsorsium BUMN bersama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII.
Selain melalui konsorsium tersebut, dukungan lain juga diberikan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai anggota konsorsium kontraktor yang mendukung pekerjaan subgrade,stasiun dan beberapa pekerjaan kritikallain.
Serta PLN untuk penyediaan listrik dan Telkomsel untuk frekuensi GSM-R (Global System for Mobile Communications-Railway).
“Untuk menunjang kesiapan operasional dan komersialisasi proyek, sedang dibahas skema dukungan yang melibatkan Jasa Marga untuk akses tol, InJourney, Sarinah dan Peruri terkait pengembangan retail bisnis, serta Bank Mandiri dan Telkomsel terkait digitalisasi,” kata Erick.
Proyek kolaborasi Indonesia dan Tiongkok ini telah melakukan uji coba operasional yang disaksikan secara daring oleh Presiden Jokowi dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping sebagai bagian dari agenda Pertemuan Bilateral kedua negara dari Nusa Dua, Bali pada Rabu (16/11/2022) lalu.
Dan untuk pengoperasian penuh Kereta Cepat Jakarta Bandung ini ditargetkan beroperasi penuh pada pertengahan 2023. (Sp/Pr)










