Suarapena.com, TANGERANG – Siang itu, Taman Prestasi yang biasanya riuh dengan aktivitas olahraga dan rekreasi tampak berubah suasana. Di bawah rindangnya pepohonan, puluhan anak muda duduk bersila, tenggelam dalam halaman-halaman buku yang mereka bawa. Suara obrolan lirih dan tawa ringan mengiringi kegiatan rutin yang digelar komunitas Tangerang Book Party — sebuah gerakan literasi yang menyulap ruang publik menjadi ruang baca bersama.
“Kami ingin membaca itu jadi kegiatan yang menyenangkan dan membumi,” ujar Monica Bunga Lein, Ketua Tangerang Book Party pada Minggu (7/9/2025).
“Makanya kami hadirkan langsung di tengah masyarakat, di taman-taman yang mudah diakses siapa saja,” imbuhnya.
Setiap akhir pekan, komunitas ini mengadakan sesi silent reading dan diskusi terbuka di taman-taman Kota Tangerang. Bukan sekadar membaca, peserta juga diajak berbagi cerita, sudut pandang, dan pengalaman dari buku yang mereka bawa atau pinjam dari perpustakaan mini yang tersedia di lokasi.
Menurut Monica, kegiatan ini terbuka untuk siapa saja, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Harapannya, budaya membaca tak hanya hidup di sekolah atau kampus, tapi juga di ruang-ruang publik yang akrab dengan keseharian warga.
Salah satu peserta, Tenggara, mengaku kegiatan ini menjadi oase di tengah kesibukan kuliahnya. “Diskusinya seru banget. Kita bisa denger perspektif orang lain soal buku yang mungkin belum pernah kita baca. Nambah wawasan dan bikin makin semangat baca,” ujarnya antusias.
Lebih dari sekadar komunitas baca, Tangerang Book Party juga aktif menggelar acara sastra. Dalam waktu dekat, mereka akan mengadakan Malam Sastra Vol.3 pada 13 September 2025 di Van Koffie, Kota Tangerang. Acara ini akan menjadi ruang ekspresi bagi para penulis muda, penyair, hingga penikmat karya sastra untuk saling mengapresiasi.
Bagi yang ingin ikut bergabung atau sekadar mencari rekomendasi buku, informasi lengkap bisa ditemukan di Instagram mereka: @tgr.bookparty. (sp/pr)










