Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Transformasi Brandgang yang Jadi Ruang Publik Kreatif di Bandung

×

Transformasi Brandgang yang Jadi Ruang Publik Kreatif di Bandung

Sebarkan artikel ini
Brandgang di wilayah RW 02, Kelurahan Gempol Sari, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, yang bertransformasi menjadi ruang publik kreatif.

Suarapena.com, BANDUNG – Kreativitas dan semangat gotong royong warga RW 02 Kelurahan Gempol Sari, Kecamatan Bandung Kulon, berhasil mengubah wajah lingkungan mereka dengan menciptakan ruang publik yang estetis dan penuh nilai edukasi.

Area brandgang yang dulunya terbengkalai dan sering kali menjadi tempat pembuangan sampah, kini disulap menjadi galeri seni tematik yang mendukung prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Inisiatif luar biasa ini bermula dari gerakan anak muda setempat yang tergabung dalam Komunitas Karasa Bandung, sebuah kelompok yang telah ada sejak 2018 dan fokus pada pemberdayaan anak muda untuk berkontribusi positif di wilayah mereka.

Ketua RW 02, Andi Abdulqodir, menyebut ide itu dilatarbelakangi keinginan untuk mengajak generasi muda berperan aktif dalam pembangunan ruang publik melalui pendidikan kreatif yang aplikatif.

Adapun tujuan utama ini adalah menciptakan aktor lokal yang memiliki wawasan kreatif dan dapat membangun serta mengembangkan lingkungan mereka sendiri.

Berita Terkait:  Alun-Alun Ciledug Segera Hadir, Siap Jadi Ruang Publik Favorit di Akhir Tahun

Kini, brandgang yang berada di belakang rumah warga telah berubah menjadi ruang kreatif yang tidak hanya fungsional, tapi juga penuh makna.

“Awalnya, kami bersama istri menginisiasi program untuk mengajak anak muda berkontribusi melalui pendidikan kreatif yang aplikatif ke ruang publik. Dari sana, lahirlah program revitalisasi brandgang ini,” ungkap Andi, Kamis (2/1/2025).

Hingga kini, empat dari sebelas brandgang telah mengalami transformasi, masing-masing mengusung tema seperti “Lorong Perdamaian” yang menyuarakan pesan tentang pentingnya perdamaian. Setiap lorong dipenuhi karya seni dari komunitas lokal yang menyuarakan isu-isu sosial penting.

Selain menjadi ruang mitigasi bencana, brandgang kini juga menjadi tempat belajar dan ruang kreatif bagi masyarakat. Namun, perjalanan revitalisasi ini tidak selalu mulus. Andi mengungkapkan tantangan besar, terutama dalam mengedukasi warga yang awalnya menganggap area tersebut sebagai properti pribadi.

Meski begitu, melalui pendekatan yang melibatkan tokoh RT dan proyek percontohan, dukungan warga mulai terbentuk.

Berita Terkait:  Alun-Alun Ciledug Segera Hadir, Siap Jadi Ruang Publik Favorit di Akhir Tahun

“Kami berharap proyek ini dapat menginspirasi anak muda lainnya untuk berkontribusi di tempat tinggal mereka. Jika mereka bisa berbuat baik di lingkungan terkecil mereka, tentu dampaknya akan besar di luar sana,” harap Andi.

Tak disangka, inisiatif itu akhirnya mendapat apresiasi tinggi dari Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, yang menilai kegiatan tersebut sangat luar biasa.

Menurutnya, perubahan brandgang ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang pendekatan sosial yang berhasil meningkatkan kesadaran warga.

“Brandgang bukan hanya lebih rapi, tetapi juga menjadi ruang produktif yang mendukung aktivitas kreatif dan edukasi,” kata Koswara.

Terakhir, Koswara berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di Bandung.

“Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara warga, komunitas, dan pemerintah dapat menghasilkan solusi inovatif untuk masalah ruang publik. Kami berharap ini bisa diadopsi di tempat lain,” tandasnya. (sp/rob)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca