Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Wacana Soeharto Jadi Pahlawan, Heru Budi Minta Publik Tak Terjebak Luka Sejarah

×

Wacana Soeharto Jadi Pahlawan, Heru Budi Minta Publik Tak Terjebak Luka Sejarah

Sebarkan artikel ini
Heru Budi Wasesa Inisiator Garuda 8 Nuswantara angkat suara soal wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Soeharto.
Heru Budi Wasesa Inisiator Garuda 8 Nuswantara angkat suara soal wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Soeharto.

Suarapena.com, JAKARTA – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto kembali menuai pro dan kontra. Pemerintah melalui Dewan Gelar Tanda Kehormatan (GTK) kini tengah mengkaji sejumlah tokoh yang berpotensi menerima gelar tersebut, termasuk Soeharto.

Di tengah kontroversi ini, Heru Budi Wasesa, Inisiator Garuda 8 Nuswantara, menyerukan agar masyarakat bersikap bijak dalam menilai sejarah. Menurutnya, setiap pemimpin bangsa memiliki sisi baik dan buruk yang perlu dilihat secara utuh.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Tidak ada manusia yang sempurna, sebagaimana tidak ada yang selalu buruk. Tugas kita adalah mengambil hal baik sebagai panutan dan menjadikan yang buruk sebagai pelajaran,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).

Berita Terkait:  Gerakan Proaktif Garuda 8 Nuswantara Dapat Apresiasi dari LSP Pilar Pendidikan dan Pelatihan Indonesia

Menariknya, Heru mengaku berasal dari keluarga yang pernah menjadi korban “Persona Non Grata” pada masa Orde Baru. Namun, ia tetap menilai Soeharto memiliki jasa besar bagi bangsa, sebagaimana Soekarno pada masa perjuangan kemerdekaan.

Berita Terkait:  Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Profil Singkat Dokter Soeharto

“Bangsa ini tumbuh melalui proses koreksi dan penyempurnaan yang berkelanjutan. Untuk itu, persatuan dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan,” tegas Ketua Alumni Universitas Pertahanan (Unhan) RI ke-3 itu.

Heru juga mengajak semua pihak untuk tidak memperuncing perbedaan dalam memaknai sejarah.

“Tidak ada hari ini tanpa kemarin. Masa lalu adalah fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (sp/pkt)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca