Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Warga Disini Keluhkan Polusi Udara Pembakaran Sampah Liar

×

Warga Disini Keluhkan Polusi Udara Pembakaran Sampah Liar

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BOGOR — Warga Gang Pasar Lama Jalan Alternatif Cibubur RT001/RW01 Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengeluhkan adanya polusi udara (asap) yang disebabkan oleh aktifitas pembakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berada di seberang Sungai Cileungsi masuk wilayah Desa Nagrak, Kecamatan Gunungputri.

Menurut warga Cileungsi Bang Emeng (35), keberadaan TPS liar dibantaran kali kira-kira sudah ada sejak dua tahun lalu. Mirisnya tiap hari selalu ada pembakaran sampah yang dilakukan oleh oknum dididuga pemilik TPS liar itu.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Tiap hari sebanyak 3-4 mobil los bak buang sampah ke pinggir kali di seberang itu. Dan parahnya juga tiap hari di bakar sehingga polusi asap hingga debu pembakaran sampai ke seberang pemukiman warga disini,” ungkapnya, Kamis (2/2/2023).

Berita Terkait:  Anggota Komisi IX Minta Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Pendek Atasi Risiko Polusi Udara pada Anak

Emeng berharap, ada pihak yang dapat menindaklanjuti keresahan warga disini atas keberadaan TPS liar itu. “Kita berharap di tindak TPS liar itu kalau bisa jangan buang sampah dan bakar di dekat pemukiman, lakukan aktivitasnya di tempat yang seharusnya,” ujarnya.

Berita Terkait:  Bertahun-tahun Tak Ada Solusi, Keberadaan TPS Liar Di Kranggan Bekasi Cemari Sungai Cikeas

Selain itu, warga pemukiman yang lain seorang ibu paruh baya Yati (59) mengungkapkan kekesalannya, karena tiap hari harus menghadapi polusi udara asap dari Bakaran sampah di TPS liar itu masuk ke rumahnya.

“Anak cucu saya pada sering batuk dan sesak kalau asap bakaran sampah itu sampai ke rumah ini, bau asapnya kadang seperti karet ban yang terbakar maupun sampah plastik gitu,” cetusnya. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca