Suarapena.com, TANGERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berkedok kerja sampingan yang beredar melalui grup Telegram.
Modus yang dikenal dengan skema “Misi Berbayar” ini kerap mencatut nama institusi perbankan ternama guna meyakinkan calon korban.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, mengatakan bahwa pelaku kejahatan siber kini semakin lihai dalam memanfaatkan psikologi korban. Mereka menawarkan keuntungan besar melalui tugas-tugas sederhana yang tampak mudah dilakukan.
“Biasanya diawali dengan undangan masuk ke grup Telegram tanpa persetujuan. Kemudian korban diminta melakukan tugas ringan seperti memberi tanda suka pada konten tertentu dan diberikan komisi kecil untuk membangun kepercayaan,” ujar Mugiya, Kamis (23/4/2026).
Setelah korban mulai percaya, pelaku akan mengarahkan pada tugas lanjutan atau “misi besar” yang mengharuskan korban mentransfer sejumlah uang dengan iming-iming keuntungan berlipat.
Ia menegaskan, masyarakat perlu waspada apabila mulai diminta melakukan transfer dana atau deposit. Selain itu, grup semacam ini umumnya memiliki kontrol komunikasi yang ketat, di mana hanya admin yang dapat mengirim pesan.
“Jika sudah ada permintaan transfer dengan dalih mendapatkan keuntungan lebih besar, itu patut dicurigai sebagai penipuan,” kata dia.
Mugiya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar dalam waktu singkat.
Menurut dia, lebih baik menolak sejak awal daripada harus menanggung kerugian di kemudian hari. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi dan finansial.
Apabila menemukan atau menjadi korban penipuan siber, masyarakat diminta segera melapor melalui kanal resmi kepolisian atau layanan pengaduan yang tersedia di aplikasi Tangerang LIVE.
Diskominfo Kota Tangerang juga membagikan sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain segera keluar dari grup mencurigakan dengan fitur “Report Spam and Leave”, tidak mentransfer uang kepada pihak tidak dikenal, tidak membagikan data pribadi seperti PIN atau kode OTP, serta menggunakan logika dalam menilai tawaran pekerjaan.
“Tawaran kerja yang bisa dilakukan dengan mudah namun menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat harus diwaspadai,” ujar Mugiya. (sp/pr)










