Suarapena.com, REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang telah menetapkan 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan sebagai fokus utama dalam percepatan penurunan angka stunting pada 2025.
Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Rembang Nomor 400/161/1798/2024 yang ditandatangani pada 13 September 2024.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Rembang, Prapto Raharjo, mengungkapkan pemilihan desa-desa ini berdasarkan beberapa faktor penting, seperti tingginya kasus stunting, prevalensi stunting yang masih tinggi, dan banyaknya keluarga berisiko stunting (KRS).
Selain itu, faktor pendukung seperti ketersediaan layanan kesehatan, akses air bersih, dan sanitasi yang layak juga menjadi pertimbangan utama.
“Pemilihan 21 desa ini bukan tanpa alasan. Kami mempertimbangkan banyak faktor, baik itu data kasus stunting yang tinggi, kondisi sanitasi, serta akses kesehatan yang ada di desa-desa tersebut,” ungkap Prapto, Selasa (7/1/2025).
Untuk mendukung upaya ini, pemerintah desa akan mengalokasikan dana desa masing-masing untuk program pencegahan stunting. Hal ini sesuai dengan arahan penggunaan dana desa pada 2025, yang akan difokuskan pada penurunan stunting.
Selain itu, anggaran dari OPD terkait juga akan digunakan untuk intervensi spesifik dan sensitif, serta untuk mendukung kegiatan monitoring dan evaluasi.
Daftar lengkap 21 desa yang menjadi prioritas pada program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rembang meliputi Desa Pasedan (Kecamatan Bulu), Gunungmulyo dan Sumbermulyo (Kecamatan Sarang), Gesikan (Kecamatan Sedan), Karangharjo, Seren (Kecamatan Sulang), Sendangagung (Kecamatan Kaliori), Pacar, Turusgede, Pandean, Weton, Pulo, Sumberjo, Kabongan Kidul (Kecamatan Rembang), Warugunung (Kecamatan Pancur), Kragan, Tegalmulyo, Sumurtawang (Kecamatan Kragan), serta Jolotundo, Dorokandang, dan Gedongmulyo (Kecamatan Lasem).
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Rembang berharap dapat mempercepat penurunan stunting secara signifikan dan menciptakan masa depan yang lebih sehat dan produktif bagi generasi mendatang. (sp/pr)