Scroll untuk baca artikel

EkbisSuara Jabar

Akhir Tahun 2021 PDAM Tirta Bhagasasi Klaim Untung 35 M

×

Akhir Tahun 2021 PDAM Tirta Bhagasasi Klaim Untung 35 M

Sebarkan artikel ini

SUARAPENA.COM – PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, dua tahun terakhir kendati masa pandem covid 19, tidak menyurutkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan air bersih sebagai hak dasar masyarakat, menjadi prioritas PDAM dalam menjalankan tugasnya sebagai BUMD milik pemerintah daerah.

“Di akhir tahun 2021 ini kita untung 35 miliar,” aku Dirut PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rahman Salim, Rabu (15/12/2021).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Program Kerja PDAM Tirta Bhagasasi 2021 dapat menambah jumlah pelanggan 50.000 sambungan langganan (SL), sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021.

Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi lebih 300.000 SL. Sebagai perusahaan yang tugas pokoknya dalam pelayanan dan penyediaan air bersih, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi telah menyusun business plan atau perencanaan bisnis tahun 2018-2023. Dalam pelaksanaannya guna merealisasikan perencanaan bisnis tersebut, setiap tahun, programnya ditetapkan dalam RKAP. Dalam RKA itu, disusun anggaran perusahaan sebagai alat barometer bagi manajemen dalam melakukan perencanaan keuangan masa satu tahun kerja.

RKA memuat perencanaan anggaran biaya yang ditetapkan, dan dijadikan sebagai acuan otoritas keuangan. RKA juga sebagai alat untuk mengukur seberapa besar tingkat pencapaian target perusahaan dan efisiensi biaya. Tahun 2019, RKA bertemakan “Anggaran Berkomitmen”. Tahun 2020 bertemakan “Meningkatkan Kinerja Menuju Anggaran Tepat Guna”. Dan tahun 2021, sebagai tahun ke tiga pelaksaaan business plan, RKA bertemakan “Peningkatan kualitas SDM dan insfrastruktur yang terintegrasi menuju pelayanan prima kepada masyarakat”.

Hal inilah yang dilakukan dan dijalankan PDAM Tirta Bhagasasi menjalankan usaha guna memenuhi pelayanan penyediaan air bersih bagi masyarakat Bekasi. Dalam hai ini, PDAM dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan prima kepada pelanggan dari aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan (K-4), tambahnya.

Berita Terkait:  Distribusi Air Bersih, BPBD dan PDAM Tirta Bhagasasi Berkolaborasi

Untuk menjalankan dan target business plan ditetapkan sembilan komitmen yang akan dilaksanakan yakni:

1. Meningkatkan cakupan pelayanan.

2. Mengoptimalkan kapasitas produksi eksisting.

3. Menambah Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribuis Bagi (JDB) (jaringan transmisi dan retikulasi)

4. Meningkatkan pemakaian air rata-rata

5. Meningkatkan pelayanan khususnya hubungan pelanggan.

6. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

7. Menurunkan angka kehilangan air.

8. Meningkatkan penjualan melalui psikologi marketing/pemasaran.

9. Membangun citra, meningkatkan performance, dan branding.

Tujuan RKAP tahun 2021, meningkatkan kualitas SDM baik dari sisi manajemen atau dari sisi teknis. Membangun infrastruktur yang terintengrasi di setiap wilayah pelayanan untuk masyarakat Bekasi, dan memberikan pelayanan yang lebih untuk meningkatkan kwantias, kwalitas, kontinuitas den keterjangkauan (K4).

Dalam RKA 2021, ada berbagal target yang akan dicapai diantaranya:

Penambahan jumlah pelanggan atau sambungan langganan (SL) ditargetkan sebanyak 20.54 SL baru oleh internal, dan sekitar 30.000 SL hasil) kerjasama dengan badan usaha swasta. Tahun 2071 jumlah pelanggan aktif sebanyak 276.783 SL. Penambahan pelanggan difokuskan di wilayah Kabupaten Bekasi dengan penambahan jaringan perpipaan, serta penambahan instalasi pengolahan air (IPA) atau water treatment plan (WTP). Peningkatan pemakaian air rata-rata menjadi 19 M3 tiap pelanggan per bulan. Mengurangi kehilangan atau kebocoran air, baik saat di produksi, distrubusi ke pelanggan. Ditargetkan tahun 2021 kehilangan air hanya 26,35 persen.

Berita Terkait:  Perluas Jaringan Pelayanan, PDAM Tirta Bhagasasi Gandeng Investor

Keberhasilan mengatasi kehilangan air, akan berdampak positif pada peningkatan pemakaian air ratarata, sehingga akan menambah pendapatan bagi perusahaan, dan meningkatnya pelayanan air kepada masyarakat pelanggan. Meningkatkan kapasitas produksi air bersih. Tahun 2021ada penambahan produksi menjadi 3.846 liter per detik. Dalam meningkatkan produksi, dibangun IPA baru dan menjalin kerjasama dengan badan usaha swasta (BUS) dengan pembelian air curah. Prinsip kerjasama dengan badan usaha swasta yang “saling menguntungkan”. Kerjasama dengan badan usaha swasta tersebut, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 38 tahun 2018 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam penyediaan infrastruktur.

Meningkatkan efisiensi hingga 87 persen karena setiap PDAM wajib menempuh berbagai langkah guna menuju efisiensi dan menuju sebuah PDAM yang sehat. Dalam rangka peningkatan kinerja PDAM dan tingkat pelayanan air minum bagi masyarakat, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen PDAM, adalah meningkatkan pengoperasian dan pemeliharaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara efektif dan efisien. Tujuannya, dapat meningkatkan kinerja PDAM dan pelayanan air minum bagi masyarakat. Tahun 2022, direncanakan akan diberlakukan penyesuaian tarif progresif bagi pelanggan yang menggunakan pemakaian air antara 10 sampai 20 meter kubik. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, kwalitas, kwantitas, kontinuitas serta pembangunan jaringan perpipaan. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Berlangganan