“Ini mungkin, di dunia ini cuma ada tiga pieces lagi mungkin. Satu ada di Pangurungan Samosir sana, lalu di Tarutung Taput (Tapanuli Utara), dan satu lagi ini,” ujar dia sambil memamerkan Ulos Motif Runjat miliknya.
Di era sekarang ini, para designer tanah air tengah berlomba untuk melestarikan kekayaan budaya. Pakaian adat lawas seperti batik kian berkembang dengan aneka ragam motif baru yang bermunculan.
Kendati demikian, bagi Athan, berbicara motif Kain Ulos berarti berbicara tentang melestarikan motif kuno itu sendiri. Sayangnya, saat ini sulit ditemukan kain ulos atau dalam Bahasa Batak yakni haen ulos yang diproduksi dengan Motif Runjat maupun Motif Bintang Maratur.
“Pakem yang harus dijaga, aku lagi belajar motif ini supaya nanti suatu saat motif ini bisa ada lagi. Jadi keturunan kita nanti tahu,” lanjut pemilik akun instagram @athan_siahaan ini.










