Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jabar

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Berbasis AI, Tawarkan Cara Baru Membaca Sejarah

×

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Berbasis AI, Tawarkan Cara Baru Membaca Sejarah

Sebarkan artikel ini
Pameran Bandung Milestone yang hadirkan arsip berbasis AI.
Pameran Bandung Milestone yang hadirkan arsip berbasis AI.

Suarapena.com, BANDUNG – Pameran Bandung Milestone digelar di Microlibrary Asia Afrika, kawasan Alun-Alun Timur Kota Bandung, Sabtu (25/4/2026). Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika sekaligus menghadirkan pendekatan baru dalam membaca sejarah melalui pengolahan arsip berbasis kecerdasan buatan (AI).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pameran tersebut merupakan respons atas peluncuran buku foto dan pameran foto oleh Menteri Kebudayaan di Hotel Homan pada akhir pekan lalu.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Di sini kita menampilkan berbagai macam arsip yang telah diolah datanya maupun gambarnya menggunakan AI, lalu kita konfirmasi kembali kepada para ahli,” ujar Farhan.

Berita Terkait:  Wali Kota Bandung Minta Warga Bantaran Sungai Segera Pindah, Banjir dan Longsor Mengancam

Menurut dia, Bandung Milestone memperlihatkan jejak pergerakan kebangsaan Indonesia yang berawal dari Bandung hingga mencapai puncaknya saat kota ini menjadi tuan rumah pergerakan kemerdekaan negara-negara Global South dalam Konferensi Asia Afrika 1955.

Dalam pameran ini, pengunjung diajak menelusuri latar belakang penamaan jalan-jalan di Bandung yang diambil dari tokoh penting pergerakan bangsa, seperti Abdul Muis, H. Juanda, Mochtar Kusumaatmadja, hingga Otto Iskandar Dinata.

“Di sini semua ada alasannya. Kota Bandung sejak awal pergerakan kebangsaan menjadi salah satu titik yang sangat penting menuju kemerdekaan Indonesia,” kata dia.

Berita Terkait:  Wali Kota Bandung Meninggal Dunia

Selain itu, pameran juga mengangkat sejumlah peristiwa penting yang terjadi di Bandung, di antaranya Bandung Lautan Api serta penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari, menyampaikan pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Pameran berlangsung mulai hari ini hingga 6–11 Mei 2026, terbuka untuk umum dan gratis,” ujarnya.

Melalui pameran ini, Pemerintah Kota Bandung berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memahami sejarah kota tidak hanya melalui buku, tetapi juga melalui visual arsip yang telah diolah dan diverifikasi sehingga lebih mudah dipahami serta relevan dengan perkembangan zaman. (sp/ray)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca