Scroll untuk baca artikel

HukrimNews

Bareskrim Bongkar Laboratorium Gelap Pembuat Vape Berisi Etomidate, Terhubung Jaringan Malaysia

×

Bareskrim Bongkar Laboratorium Gelap Pembuat Vape Berisi Etomidate, Terhubung Jaringan Malaysia

Sebarkan artikel ini
Keberadaan vape mengandung zat etomidate di Medan, Sumatera Utara dibongkar Bareskrim Polri, diduga terhubung jaringan Malaysia.
Keberadaan vape mengandung zat etomidate di Medan, Sumatera Utara dibongkar Bareskrim Polri, diduga terhubung jaringan Malaysia.

Suarapena.com, JAKARTA – Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap keberadaan laboratorium gelap yang memproduksi vape mengandung zat etomidate di Medan, Sumatera Utara. Lab tersebut diduga kuat terafiliasi dengan jaringan narkotika asal Malaysia. Penggerebekan dilakukan pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 11.05 WIB setelah penyidik mengikuti jejak pengiriman paket mencurigakan dari luar negeri.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan yang diterima pada 1 Desember 2025 terkait pengiriman paket dari Skudai, Malaysia, menuju Medan. Paket yang diperiksa melalui layanan FedEx di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, berisi dua botol cairan etomidate dengan total berat 2,5 kilogram. Temuan itu kemudian dikoordinasikan oleh Kasubdit IV Dittipid Narkoba Kombes Hendik Zusen melalui Kompol Reza Pahlevi bersama petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Setelah berkoordinasi, Bea Cukai menyerahkan barang hasil penindakan kepada penyidik untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Tim kemudian melaksanakan control delivery menuju alamat tujuan di Kota Medan,” ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Rabu (10/12/2025).

Berita Terkait:  Gagal Selundupkan 10,9 Kg Sabu, Sepasang Kekasih dan Sindikat Narkoba Terungkap di Batam

Tim penyidik bekerja sama dengan jasa pengiriman RPX Deli Serdang untuk mengantarkan paket tersebut kepada penerima bernama Nurul di kawasan Binjai, Medan Denai. Namun, lokasi pengiriman kemudian berpindah ke Warkop Agam Kampus di Jalan HM Joni, Teladan Baru, Medan Kota. Di lokasi itu, tim menemukan seseorang yang menggunakan identitas Nurul untuk menerima paket.

Dari penyelidikan lanjutan, polisi menangkap pemilik paket, Muhammad Raffi, ketika ia mengambil paket tersebut dari penerima di Jalan HM Joni. Penggeledahan di rumah kontrakan Raffi di Jalan Raya Medan Tenggara, Binjai, menemukan sejumlah barang bukti yang menunjukkan aktivitas produksi vape ilegal dalam skala besar.

Barang bukti itu meliputi 2.500 cartridge pods, 2.500 atomizer, cairan perasa berlabel litchi dalam empat botol, peralatan laboratorium, alat memasak, timbangan digital, serta 1.700 gram cairan etomidate dan 4.000 gram campuran cairan flavour. Jika diproduksi, bahan tersebut dapat menghasilkan 5.730 gram cairan vape dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp17,19 miliar. Polisi menilai pengungkapan kasus ini berpotensi menyelamatkan hingga 2.865 jiwa.

Berita Terkait:  Modus Pemalsuan Sertifikat Hak Milik Laut di Bekasi Terungkap

Dalam pemeriksaan awal, Raffi mengaku mengenal jaringan tersebut melalui sepupunya, Muazzar, yang mempertemukannya dengan seorang pria bernama Ibrahim asal Malaysia. Sejak awal Oktober 2025, Ibrahim menawarkan pekerjaan meracik vape dengan imbalan Rp10.000 per cartridge. Bahan dan peralatan kemudian dikirim secara bertahap sejak 15 November hingga awal Desember.

Raffi juga mengakui membeli beberapa perlengkapan tambahan menggunakan dana yang dikirim Ibrahim. Menurut pengakuannya, proses peracikan vape baru akan diajarkan setelah seluruh bahan tiba, sementara produk jadi nantinya akan diambil oleh orang yang ditunjuk Ibrahim. “Tersangka mengatakan tidak mengetahui siapa lelaki yang dimaksud Ibrahim,” ujar Brigjen Eko.

Raffi, yang diketahui bekerja di Warkop Agam, kini ditahan di Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 117 ayat (2), subsider Pasal 118 ayat (2), subsider Pasal 119 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi masih menelusuri jaringan yang terkait, termasuk peran Ibrahim yang diduga kuat menjadi koordinator produksi dari Malaysia. (sp/hp)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca