Suarapena.com, JAKARTA – Laksamana Yudo Margono hari ini menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR RI sebagai calon Panglima TNI.
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam keterangannya menjelaskan, rangkaian fit and proper test akan dimulai dari verifikasi berkas.
Setelah tahapan itu terpenuhi semua maka akan dilanjutkan dengan penyampaian visi misi oleh calon Panglima TNI dan dilakukan pendalaman oleh DPR.
“Dimulai dengan verifikasi persyaratan di pagi hari. Mendengarkan visi-misi dan pendalaman dalam rapat pukul 13.30. Penyampaian visi misi oleh calon panglima, disepakati dalam rapat internal komisi 30 menit,” jelas Meutya, Jumat (2/12/2022).
Meutya juga menyampaikan, uji kelayakan dan kepatutan ini digelar terbuka bagi umum. “Terbuka, kecuali jika nanti dalam paparan ada yang dianggap bersifat strategi dan rahasia, maka bagian tersebut dilakukan tertutup,” tuturnya.
Sementara, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengungkapkan beberapa poin pertanyaan yang akan dipaparkan. Salah satunya yakni terkait netralitas dan profesionalisme prajurit TNI khususnya dalam menghadapi Pemilu serentak 2024.
Lalu tingkat disiplin, penyelesaian Minimum Essential Force dan upaya menjaga profesionalisme prajurit, serta peningkatan kesejahteraan prajurit.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyampaikan, setelah uji kelayakan dan kepatutan ini selesai, di hari selanjutnya Komisi I DPR akan melakukan verifikasi faktual dengan mengunjungi langsung ke kediaman calon Panglima TNI.
“Lalu direncanakan verifikasi faktual ke kediaman setelah rapat fit and proper test selesai,” ucapnya.
Seperti diketahui, Berdasarkan isi surat presiden (Surpres) yang diserahkan langsung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno ke DPR pada Senin (28/11/2022) lalu, calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa ialah KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI.
Dengan begitu, DPR melalui komisi I menindaklanjuti Surpres tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test kepada calon Panglima TNI. (Bo/Sp)







