Scroll untuk baca artikel
NewsSuara Banten

Dari Jualan Online hingga Punya Kafe, Kisah Nonazee yang Kini Jadi Tempat Nongkrong

×

Dari Jualan Online hingga Punya Kafe, Kisah Nonazee yang Kini Jadi Tempat Nongkrong

Sebarkan artikel ini
Kafe Nonazee yang kini jadi tempat nongkrong berbagai kalangan di Tangerang.
Kafe Nonazee yang kini jadi tempat nongkrong berbagai kalangan di Tangerang.

Suarapena.com, TANGERANG – Berawal dari berjualan makanan secara online, Ari Astuti perlahan mengembangkan usahanya hingga memiliki sebuah kafe di Kota Tangerang. Kafe bernama Nonazee itu kini menjadi salah satu pilihan tempat berkumpul bagi masyarakat yang ingin menikmati kuliner dalam suasana nyaman.

Perjalanan tersebut tidak berlangsung dalam waktu singkat. Setelah menjalankan usaha secara online, Ari kemudian mencoba membuka warung. Seiring usaha berkembang, muncul gagasan untuk menghadirkan tempat yang tidak hanya menjual makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersantai dan berkumpul.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Dari situlah Nonazee kemudian berkembang menjadi sebuah kafe dengan sejumlah area yang dirancang untuk berbagai kebutuhan pengunjung.

“Tidak hanya untuk nongkrong, Nonazee juga menyediakan area yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seperti arisan, rapat, hingga kumpul keluarga. Kapasitasnya dapat menampung sekitar 70 orang sehingga cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan pertemuan,” tutur Ari, Sabtu (5/9/2026).

Nonazee menawarkan beberapa area dengan konsep berbeda. Pengunjung dapat memilih tempat sesuai suasana yang diinginkan, termasuk area semi-outdoor dan outdoor.

Berita Terkait:  Pancong Riverside, Tempat Nongkrong Asyik di Tepi Sungai Cisadane

Sejumlah sudut kafe juga dibuat dengan konsep cozy sehingga dapat digunakan untuk bersantai bersama teman maupun keluarga. Area tersebut sekaligus bisa menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen saat berkumpul.

Konsep ini membuat Nonazee tidak hanya menyasar anak muda. Keluarga maupun kelompok yang membutuhkan tempat untuk menggelar kegiatan juga dapat memanfaatkan area yang tersedia.

Selain tempat, kuliner menjadi bagian penting dari konsep yang ditawarkan Nonazee.

Ari mengatakan, salah satu menu yang menjadi andalan adalah PMP. Menu tersebut bahkan disebut telah menjadi best seller sejak awal usaha berdiri.

Pengunjung juga dapat memilih berbagai makanan lainnya, mulai dari dimsum hingga makanan berat seperti nasi kulit, nasi lemak, nasi katsu, dan nasi teriyaki.

Untuk minuman, tersedia pilihan bagi pencinta kopi maupun non-kopi.

Menu non-kopi di antaranya Yakult Series, matcha latte, dan matcha strawberry. Sementara untuk pencinta kopi, terdapat Kopi Nonazee, butterscotch, hingga salted caramel.

Berita Terkait:  Kafe Rute 15+ Tempat Nongkrong dengan 100+ Menu dan Suasana Kaki Lima yang Nyaman

“Kopi Nonazee menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati,” ungkap Ari.

Salah satu hal yang menjadi daya tarik Nonazee adalah harga menu yang relatif terjangkau.

Harga makanan dan minuman di kafe tersebut berada pada kisaran Rp 4.000 hingga Rp 30.000. Dengan harga tersebut, Nonazee berupaya menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.

Kapasitas sekitar 70 orang juga membuat tempat ini cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan, seperti arisan, rapat, hingga acara keluarga.

Masyarakat yang ingin mencoba menu Nonazee dapat berkunjung mulai Selasa hingga Minggu. Kafe tersebut buka sejak pukul 11.00 hingga 23.00 WIB.

Untuk kebutuhan reservasi, pengunjung dapat menghubungi admin Nonazee. Saat ini, layanan pemesanan melalui GrabFood belum tersedia.

Ari pun mengajak masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya untuk datang langsung menikmati menu sekaligus suasana yang ditawarkan Nonazee.

“Dengan perpaduan suasana nyaman, pilihan makanan yang beragam, dan harga bersahabat, Nonazee dapat menjadi pilihan untuk menikmati waktu santai bersama keluarga maupun teman,” pungkas Ari. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca