Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Darmadi Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Dievaluasi, Fokus pada Kemampuan Mengelola Usaha

×

Darmadi Minta Pelatihan Manajer Kopdes Merah Putih Dievaluasi, Fokus pada Kemampuan Mengelola Usaha

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi soroti pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih, minta skema bergaya militer diganti fokus manajerial.
Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi soroti pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih, minta skema bergaya militer diganti fokus manajerial.

Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto meminta pemerintah mengevaluasi metode pembekalan bagi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menurut dia, pelatihan seharusnya difokuskan pada penguatan kemampuan manajerial, bukan latihan bergaya militer.

Darmadi menilai kompetensi yang dibutuhkan seorang manajer koperasi adalah kemampuan mengelola organisasi dan mengembangkan usaha. Karena itu, metode pelatihan yang diterapkan harus disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Kita yang dicari itu manajer, bukan tentara atau militer. Mereka tidak siap dilatih dengan metode seperti itu. Yang harus diperkuat justru kemampuan manajerialnya,” kata Darmadi dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Ia menilai berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program, termasuk bertambahnya jumlah peserta yang meninggal dunia menjadi lima orang, perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari perencanaan yang belum matang.

Berita Terkait:  Kata Darmadi Durianto soal Inovasi Minyak Makan Merah

Darmadi mengatakan proses perekrutan puluhan ribu calon manajer dalam waktu singkat membuat sejumlah aspek penting belum dipersiapkan secara optimal.

“Permasalahan itu timbul karena tidak well-planning. Perekrutan puluhan ribu manajer dilakukan dalam waktu singkat, sehingga tentu ada dampaknya dan harus menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Politikus PDIP itu mengingatkan pemerintah perlu meninjau kembali kurikulum maupun metode pembekalan agar selaras dengan tugas dan tanggung jawab seorang manajer koperasi.

Menurut dia, materi pelatihan seharusnya lebih menitikberatkan pada kemampuan menyusun model bisnis, membaca peluang pasar, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menyusun strategi pemasaran.

“Saya pikir harus diubah kurikulum, silabus, atau metode pelatihannya. Fokusnya harus pada kemampuan mengelola usaha, bukan keterampilan militer,” kata Darmadi.

Berita Terkait:  DPR Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Nataru

Ia menambahkan, keberhasilan program Kopdes Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh pembentukan kelembagaan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

Karena itu, ia menilai pembekalan terhadap calon manajer menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembang dan menjalankan fungsinya secara berkelanjutan.

“Manajer itu tidak mudah. Harus diuji kemampuan manajerialnya, bagaimana melihat peluang bisnis, mengembangkan UMKM, dan melakukan penetrasi pasar. Itu yang seharusnya menjadi materi utama,” ujar Darmadi.

Ia menegaskan, tanpa kemampuan manajerial yang memadai, koperasi akan sulit berkembang meski telah dibentuk dalam jumlah besar.

“Kalau manajernya tidak dibekali kemampuan yang sesuai, akan sulit bagi koperasi untuk berkembang. Karena itu, metodologi pelatihannya harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan usaha,” pungkasnya. (r5/we)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca