Suarapena.com, BEKASI – DPRD Kota Bekasi menyosialisasikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual dan Perilaku Seksual Berisiko.
Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pencegahan dan deteksi dini yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Mubakhi, mengatakan regulasi tersebut diperlukan sebagai landasan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap perilaku seksual berisiko.
“Harus ada Perda di Kota Bekasi. Ini merupakan amanah kita sebagai dewan untuk melakukan pencegahan dan deteksi dini, sehingga masyarakat tidak awam dan memahami persoalan ini,” ujar Mubakhi, Kamis (13/8/2026).
Menurut dia, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah. Keluarga dinilai memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama dalam memberikan edukasi dan melakukan pengawasan.
Mubakhi mengatakan upaya tersebut selanjutnya dapat dilakukan secara berjenjang melalui lingkungan RT, RW hingga tingkat kecamatan.
“Deteksi dini dimulai dari rumah masing-masing, dari keluarga sebagai lingkungan terkecil. Kemudian dari RT, RW sampai kecamatan,” kata dia.
Mubakhi menyebut masyarakat yang mengikuti sosialisasi menunjukkan antusiasme terhadap rencana pembentukan Perda tersebut.
Menurut dia, dukungan masyarakat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat berjalan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pembentukan regulasi semata.
Ia juga berharap Kecamatan Mustika Jaya dapat menjadi salah satu wilayah yang mampu memperkuat upaya pencegahan perilaku seksual berisiko.
“Mudah-mudahan Kecamatan Mustika Jaya bisa bebas dari perilaku seksual berisiko. Tentunya sebagai anggota DPRD, kami berharap Perda ini segera diluncurkan dan mendapat dukungan dari seluruh lini masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pencegahan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan DPRD, kata dia, membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi semua pihak, Kota Bekasi bisa aman dan terkendali,” tandasnya. (sp/wb)







