Scroll untuk baca artikel

Suara Banten

Diduga Timbulkan Kerusakan Lingkungan, Pembangunan Gudang Dihentikan Warga

×

Diduga Timbulkan Kerusakan Lingkungan, Pembangunan Gudang Dihentikan Warga

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, LEBAK – Sejumlah masyarakat Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung menghentikan pekerjaan pengurukan dan pembangunan turap milik seorang pengusaha asal Serang yang berada di Jl. Bypass Sukarno-Hatta, Senin  (2/1/2023).

Pasalnya, dampak dari pembangunan yang diduga untuk pergudangan tersebut, dinilai tidak memperhatikan dampak lingkungan sekitar hingga menyebabkan banjir dan kerusakan pada rumah warga bahkan bangunan sekolah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Muhamad Agus, Ketua Yayasan SDIT Al Husna mengatakan, dampak pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan dan sudah mengabaikan kesepakatan bersama sudah merugikan sekolah dan umumnya warga sekitar.

“Iya dampak dari pembangunan turap, lingkungan sekolah jadi banjir, karena saluran air menjadi menyempit akibat turap yang menutup sebagian drainase yang ada,” kata Agus, kepada Wartawan.

Berita Terkait:  Tuntutan Masih Sama, Warga Kembali Tutup Tol Jatikarya

Menurut Agus, lahan kosong jarak antara bangunan kini sudah menyempit yang awalnya 60 Cm, sekarang menjadi 40 Cm yang membuat drainase menyempit, bahkan terjadi pendangkalan.

“Akibatnya air dari drainase meluber ke sekolah bahkan rumah-rumah warga,” ujarnya.

Ketua RW setempat, Ahmad Adun mengaku untuk perijinan lingkungan memang sudah ditempuh, namun hingga kini belum ada tanda tangan camat. Karena, ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi pemilik lahan.

“Iya memang kita sudah ada musyawarah, tapi hasil musyawarah dengan isi surat yang disodorkan untuk perijinan tidak seusia dengan hasil musyawarah,” paparnya.

Berita Terkait:  Merasa Dipersulit Urus SKTM, Warga Kelurahan Bitowa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Lurah dan Camat

Untuk itu, kata dia, seluruh warga meminta agar pekerjaan dihentikan sementara sebelum bertemu dengan pemilik lahan.

“Kami juga menuntut agar turap yang sudah ada di robohkan karena dinilai tidak sesuai konstruksi dan rawan roboh dan kami juga meminta agar tinggi turap tidak lebih dari dua meter,” paparnya.

Rustam, Salah Seorang mandor menyatakan siap menghentikan pekerjaan demi kondusifitas lingkungan dan dia berjanji akan mendatangkan pemilik lahan ini.

“Iya kami sudah hubungi, kemungkinan sore ini atau besok datang untuk menemui warga,” ucapnya. (Sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca