Suarapena.com, BEKASI – Puluhan warga kembali menutup akses gerbang tol (GT) Jatikarya Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (8/2/2023).
Aksi penutupan GT Jatikarya ini memang bukan kali pertama. Protes ini terus terjadi berulang kali, warga masih menuntut hal yang sama yakni uang ganti rugi lahan.
“Itu cuma tuntutan kami mohon di bayar, dan harus di ketahui kami tidak menutup akses jalan tol, kami hanya menguasai hak kami,” kata Gunun salah seorang ahli waris.
Dalam pantauan, tampak terlihat para warga menaruh kayu, pohon pisang hingga membakar ban.
Tak terlihat pula laju kendaraan dari arah Jagorawi maupun Cibubur yang melintas di GT Jatikarya ini.
Blokade gerbang tol Jatikarya rencananya akan berlangsung sampai tuntutan para warga terpenuhi. Warga merasa bahwa sudah seharusnya apa yang menjadi hak mereka dapat terpenuhi.
“Pada prinsipnya kami sebagai pemilik tanah yang sah memohon di bayar yang lahannya berdiri jalan tol, karena secara hukum kita pihak ahli waris secara ingkrah sudah memenangkan di pengadilan yang penetapannya sudah beberapa waktu lalu.
Kalau secara musyawarah sudah di tempuh pertemuan dengan beberapa pihak termasuk pengadilan sendiri, namun dalilnya selalu bilang sabar, itu sudah kesekian kali,” jelas Gunun.
Untuk diketahui, nominal uang ganti rugi pembebasan tol Jatikarya milik ahli waris setempat kurang lebih Rp218 miliar. Dan uang tersebut sejak pembebasan 4 tahun silam masih bersemayam di Pengadilan Negeri Bekasi. (Sp/Yud)










