Suarapena.com, JAKARTA – Sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia terdampak eskalasi konflik di Timur Tengah akibat ketegangan antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Penutupan wilayah udara membuat penerbangan tertunda, sehingga jemaah tertahan di berbagai bandara.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, mendesak pemerintah untuk segera bertindak, dengan koordinasi intensif antar kementerian terkait. “Data jamaah terdampak harus dipetakan, dan akomodasi darurat serta bantuan logistik segera disiapkan,” ujar Abidin dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Politisi Fraksi PDIP ini menekankan keselamatan WNI sebagai prioritas utama negara. Ia mendorong pemerintah menyiapkan skema pengalihan rute penerbangan dan evakuasi bertahap jika situasi memburuk.
Abidin menambahkan, Komisi VIII akan terus mengawal perkembangan dan memastikan pemerintah menjalankan tanggung jawab perlindungan jemaah. Ia juga mengimbau jemaah dan pihak travel tetap tenang serta mengikuti arahan resmi dari KBRI dan Kementerian Luar Negeri RI.
“Pemerintah harus hadir penuh. Keselamatan dan kepastian pemulangan jemaah harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (r5/rdn)










