Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla menilai persoalan stunting tidak akan selesai jika penanganan sanitasi dan air bersih masih buruk.
Hal tersebut disampaikan Ratu dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan, Kepala Badan Kependudukan, Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Senin (7/11/2022).
“Ketika ada air, masyarakat berpikir mau cuci tangan atau mau minum, mereka rela untuk minum daripada cuci tangan. Ketika makan otomatis tidak dalam keadaan bersih dan sehat. Ini jadi persoalan ya pak,” ucap Ratu.
Politisi Fraksi Partai NasDem ini juga menilai bahwa rumah layak huni sangat penting dan juga berpengaruh terhadap persoalan stunting.
Menurutnya, pemerintah gencar melakukan kampanye tentang stunting tapi jika tak diimbangi dengan tempat layak huni ya tetap saja jadi persoalan.
“Saya sangat geregetan ya. Di daerah saya itu sangat kurang sekali perhatian atau intervensi yang dilakukan. Apalagi terkait rumah layak huni. Ini masih sangat terbatas.
Jadi, kita berteriak. Kita lakukan seruan moral. Kita lakukan kampanye stunting, tapi kalau masyarakat hidup di tempat yang tidak layak, juga menjadi persoalan,” beber dia menegaskan.
Oleh sebab itu, Legislator Dapil NTT II ini mendorong Kemenkes untuk bekerja sama dengan Kementerian PUPR dalam mengatasi permasalahan air bersih, sanitasi, serta rumah tidak layak huni.
Ia juga meninta gaungan terkait stunting pun lebih dibesarkan, sehingga bisa membuka mata masyarakat.
Untuk diketahui, Rapat Kerja DPR dengan kementerian terkait saat ini ialah membahas strategi penguatan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta evaluasi pelaksanaan penanganan stunting. (Bo/bia)










