Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic, menyoroti potensi tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dunia. Ia meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan secara transparan kemampuan fiskal pemerintah dalam menghadapi lonjakan subsidi energi.
Dalam Rapat Kerja Komisi XI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026), Dolfie menjelaskan, apabila harga minyak dunia rata-rata mencapai 100 dolar AS per barel, tambahan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) bisa mencapai Rp 204 triliun hingga akhir tahun.
“Kalau harga minyak dunia rata-rata 100 per barel, fiskal kita masih kuat, kata Pak Menteri. Tapi jika dikalkulasikan, tambahan subsidi atau biaya bisa mencapai Rp 204 triliun,” ujar Dolfie.
Politikus Fraksi PDIP ini menekankan pentingnya perencanaan yang matang terkait ruang fiskal APBN. Ia meminta pemerintah menjelaskan sumber pembiayaan tambahan subsidi tersebut, mengingat alokasi kompensasi BBM tahun-tahun sebelumnya berkisar Rp 150 triliun.
“Nah, itu yang perlu dijelaskan, ruang untuk membayar kompensasi terkait BBM itu ada berapa. Transparansi penting agar publik memahami kemampuan APBN menghadapi tambahan belanja akibat perubahan asumsi harga minyak,” tutur Dolfie.
Meski demikian, Dolfie menilai kebutuhan tambahan anggaran ini masih berada dalam batas kemampuan pemerintah, asalkan perencanaan dan komunikasi fiskal dilakukan secara jelas dan transparan. (r5/rdn)










