Suarapena.com, BEKASI – Anggota DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan merombak struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui pembentukan sistem super holding.
Menurut Faisyal, kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan memperbaiki tata kelola perusahaan daerah.
Hal itu disampaikan Faisyal saat ditemui di Kantor PDIP di kawasan Ruko Sentra Kalimalang, Jalan Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026).
“Kebijakan itu dalam rangka efisiensi agar APBD Provinsi Jawa Barat tidak terbuang sia-sia. Kami di DPRD sangat mendukung kebijakan Pak Gubernur,” kata Faisyal.
Ia menjelaskan, dari sekitar 40 BUMD yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini, hanya sebagian kecil yang memiliki kondisi keuangan yang sehat.
Menurut dia, salah satu BUMD yang dinilai memiliki kinerja baik adalah Bank BJB.
“BUMD yang sehat itu salah satunya Bank BJB, sementara yang lainnya justru menjadi tempat penampungan tim sukses,” ujar Faisyal.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan rencana pemerintah provinsi untuk melakukan perombakan menyeluruh terhadap BUMD di Jawa Barat dengan menggabungkannya dalam satu sistem holding.
Dedi mengatakan, langkah tersebut bertujuan merapikan struktur perusahaan daerah yang selama ini dinilai tidak terintegrasi.
“Minggu depan sudah ada MoU. Seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu BUMD, di luar Bank Jabar Banten. Jadi nanti hanya ada dua, BJB dan satu BUMD holding. Tidak berantakan seperti sekarang,” kata Dedi dalam sebuah diskusi di Bandung beberapa waktu lalu. (sp/pr)










