Suarapena.com, BEKASI – Menyikapi adanya kasus cacar monyet di Kota Bekasi, Komisi IV DPRD Kota Bekasi meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera bertindak antisipatif dalam mencegah penularan penyakit yang berbahaya tersebut.
“Kita perlu sigap dan proaktif dalam menanggapi potensi bahaya penularan penyakit. Dinkes harus berperan aktif dalam mengkoordinasikan langkah-langkah pencegahan di tingkat puskesmas kelurahan, kecamatan, dan rumah sakit,” kata Sholihin, Kamis (16/11/2023).
Komisi IV juga berencana akan menggelar rapat dengan Dinkes guna memastikan langkah-langkah yang diambil sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
“Kita harus bersatu dalam menghadapi tantangan kesehatan ini. Dengan kerjasama yang baik antara DPRD dan Dinkes, kita yakin dapat melindungi masyarakat Kota Bekasi dari potensi penyebaran penyakit yang membahayakan,” tegas Sholihin.
Diketahui, ada sebanyak 8 kasus suspek cacar monyet atau mpok di wilayah Kota Bekasi. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dinas Kesehatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengungkapkan, dari delapan kasus suspek, tiga pasien terkonfirmasi bergejala cacar monyet dengan hasil lab positif.
“Dua kasus luar Kota Bekasi dan satu kasus Kota Bekasi. Sisanya, lima kasus negative Kota Bekasi dengan rincian dua sembuh, dan tiga orang kontak erat,” kata Tanti.
“Satu orang yang positif cacar monyet di Kota Bekasi ini berinisial AR, berdasarkan NAR (New All Record), big data Kemenkes RI, dan sedang menjalani isolasi di RS dengan hasil lab positif. Sedangkan dua orang positif lainnya menjalani isolasi di luar Kota Bekasi,” imbuhnya. (r5/adv)










