Suarapena.com, BANDUNG – Kota Bandung terus menghadirkan destinasi kuliner yang menarik perhatian wisatawan. Salah satunya adalah Drunk Baker, bakery yang menawarkan roti premium dengan tekstur lembut dan isian melimpah sehingga menjadi salah satu pilihan oleh-oleh khas dari Kota Kembang.
Leader Helper Drunk Baker, Fitri, mengatakan nama “Drunk Baker” bukan bermakna negatif. Menurut dia, nama tersebut dipilih sebagai kiasan yang mencerminkan semangat, dedikasi, kreativitas, dan kecintaan dalam proses pembuatan roti.
“Penggunaan nama Drunk Baker itu untuk menggambarkan semangat, dedikasi, kreativitas, dan kecintaan yang tinggi terhadap proses pembuatan roti dan bakery,” ujar Fitri, Minggu (19/7/2026).
Drunk Baker berdiri sejak 2023 dan terus menunjukkan perkembangan. Meski tergolong pemain baru di industri bakery, tempat ini berhasil menarik minat pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara.
Selain menikmati produk secara langsung di gerai, banyak pelanggan yang menjadikan roti Drunk Baker sebagai buah tangan saat berkunjung ke Bandung.
Beberapa menu yang menjadi favorit pelanggan di antaranya Dirty Milo, Dirty Bun, dan Nutella Bomb. Ketiga produk tersebut dikenal memiliki isian melimpah dengan bahan-bahan premium.
Selain aneka roti, Drunk Baker juga menyediakan cookies, cake, serta berbagai pilihan minuman dengan harga mulai Rp 28.000 hingga sekitar Rp 60.000.
Menurut Fitri, salah satu keunggulan Drunk Baker terletak pada proses fermentasi adonan yang berlangsung selama kurang lebih 12 jam. Proses tersebut membuat tekstur roti menjadi lebih lembut dan cita rasanya lebih maksimal.
“Rotinya fresh karena langsung dibuat setiap hari. Adonannya diproses sekitar 12 jam sehingga hasilnya lebih lembut,” katanya.
Dalam sehari, Drunk Baker memproduksi sekitar 60 hingga 100 roti tawar. Sementara berbagai jenis roti lainnya dipanggang setiap malam agar tetap segar saat dijual kepada pelanggan.
Tak hanya menawarkan bakery, Drunk Baker juga memiliki sejumlah minuman favorit. Untuk kategori non-kopi, Lime Bomb dan Jasmine menjadi pilihan pelanggan. Sementara pada kategori kopi, Piena Kopi dan Peanut Butter Latte menjadi menu yang paling banyak diminati.
Gerai pertama Drunk Baker berada di Kota Bandung. Seiring meningkatnya permintaan, bakery tersebut telah membuka sejumlah cabang di kawasan Cihapit dan Panaitan, serta berekspansi ke luar kota, seperti Blok M dan BSD.
Meski gerai pertama mempertahankan konsep yang sederhana, beberapa cabang terbaru hadir dengan area yang lebih luas untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Selain pembelian langsung di gerai, produk Drunk Baker juga dapat dipesan melalui layanan daring. Bakery ini juga rutin menghadirkan berbagai promo, seperti hadiah Vanilla Cream Cake untuk pembelian tertentu serta penawaran menarik lainnya.
Fitri berharap Drunk Baker dapat terus berkembang dan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner sekaligus pilihan oleh-oleh khas Kota Bandung.
“Harapannya semoga terus maju dan semakin ramai sehingga makin banyak wisatawan yang datang ke Bandung dan mengenal Drunk Baker sebagai salah satu pilihan oleh-oleh,” pungkasnya. (sp/ky)







