Suarapena.com, BANDUNG – Di tengah geliat seni kerajinan tangan Indonesia, Elina Keramik hadir sebagai pionir yang memadukan keindahan keramik dengan sentuhan alami bambu, kayu, dan rotan. Berlokasi di Jalan Taman Pramuka 181, studio yang sudah berdiri sejak 2001 ini tak hanya menghasilkan produk estetis, tapi juga membawa nilai seni yang khas dan eksklusif.
Elina Keramik memproduksi beragam barang seperti tableware—gelas, piring, cakir, mangkok—serta aksesori unik seperti kalung, gelang, dan anting. Menariknya, dua tipe tanah liat digunakan sebagai bahan baku: tanah plered coklat kemerahan untuk guci tradisional dan stoneware abu-abu yang tangguh untuk peralatan makan.
Dalam sehari, Elina mampu menghasilkan 20-30 produk dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp3.000.000. Produk-produk mereka bahkan telah menembus pasar internasional, dengan ekspor ke Dubai, Belanda, dan Amerika Serikat.
“Kami sangat bangga bisa membawa karya kami ke dunia,” ujar Elina, pemilik sekaligus inspirator di balik studio ini, Sabtu (30/8/2025).
Tak hanya fokus produksi, Elina Keramik juga membuka kelas pembuatan keramik bagi masyarakat umum. Kelas yang berlangsung setiap Senin hingga Sabtu ini menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari pembentukan hingga pembakaran dan pengecatan, dengan biaya pendaftaran antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Pendaftaran bisa langsung dilakukan lewat Instagram resmi mereka, @elina.keramik.
Dengan inovasi dan ciri khas desain yang kuat, Elina Keramik membuktikan bahwa karya seni lokal tidak hanya bernilai estetika tinggi, tapi juga mampu bersaing di pasar global. (sp/nad)










