Suarapena.com, MANADO – Sore itu, tawa ceria dua gadis muda menggema di sebuah rumah sederhana di Dendengan Luar, Manado, Sulawesi Utara. Di ruang tamu yang hangat dan penuh semangat, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, duduk berbincang akrab dengan Cinta dan Claudia, penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Senyum bangga terpancar dari wajah Esti, menyiratkan keyakinannya pada masa depan gemilang yang tengah dirajut oleh dua generasi muda ini.
Kunjungan reses Komisi X pada Minggu (5/10/2025) bukan sekadar rutinitas politik, melainkan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap penerima manfaat program beasiswa tersebut. Esti ingin memastikan bahwa bantuan pendidikan ini benar-benar sampai pada mereka yang berjuang keras menembus keterbatasan ekonomi demi menggapai mimpi kuliah.
“KIP Kuliah adalah jembatan bagi anak-anak bangsa yang punya semangat belajar, namun terkendala biaya. Harapan kami besar agar program ini tepat sasaran dan memberi dampak nyata,” ujar Esti dalam keterangannya, Selasa (7/10/2025).
Cinta dan Claudia, bukan sekadar penerima beasiswa, melainkan simbol masa depan bangsa yang sedang dibentuk. “Claudia adalah harapan kita semua. Kami yakin dia akan menjadi sosok hebat yang gigih mengejar cita-citanya,” tambah politisi Fraksi PDIP itu.
Momen haru tersaji saat ibu Claudia menyampaikan rasa terima kasihnya dengan mata berkaca-kaca, “Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Esti dan pemerintah. Bantuan ini benar-benar mengubah hidup kami.” Suara tulus itu menjadi bukti bagaimana program pemerintah dapat menembus batas sosial dan ekonomi hingga ke pelosok negeri.
Bagi Esti, keberhasilan KIP Kuliah diukur dari seberapa besar perubahan nyata dalam kehidupan penerima dan keluarganya. Oleh sebab itu, kunjungan langsung ke rumah Claudia menjadi bentuk evaluasi penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Melihat kondisi langsung, saya yakin program ini sudah berada di tangan yang benar,” tegasnya.
Esti juga mengapresiasi peran masyarakat dan perangkat daerah dalam mengawal penyaluran bantuan. Kolaborasi ini menjadi kunci agar program pendidikan yang adil dan merata bisa terus berjalan. “Negara tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting agar anak-anak berprestasi tetap bisa kuliah,” ujarnya.
Komitmen kuat ditunjukkan Esti bersama Komisi X DPR RI untuk memperjuangkan keberlanjutan dan penguatan program KIP Kuliah, baik dari sisi anggaran, kuota, maupun pelaksanaan. “Kami akan terus memperjuangkan agar KIP Kuliah tetap ada dan makin diperkuat. Program ini adalah harapan bagi banyak anak seperti Claudia yang berjuang melawan keterbatasan ekonomi,” tuturnya.
Dalam kunjungan ini, Esti didampingi sejumlah anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi, Karmila Sari, Ruby Chairani Syiffadia, Habib Syarief Muhammad, dan Muhammad Hoerudin Amin. Bersama mereka, pendidikan dihadirkan bukan sekadar program pemerintah, melainkan janji bangsa untuk tidak meninggalkan satu pun anak yang ingin belajar.
Di balik senyum Cinta dan Claudia sore itu, tersimpan keyakinan bahwa masa depan masih penuh harapan selama negara dan para pemangku amanahnya hadir dengan kepedulian nyata. (r5/rdn)










