Scroll untuk baca artikel

NewsPar-Pol

Geger Ancaman UNESCO, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Status Geopark Kaldera Toba

×

Geger Ancaman UNESCO, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Status Geopark Kaldera Toba

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti dampak ekonomi jika status Kaldera Toba dicabut dari UNESCO Global Geopark (UGGp).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti dampak ekonomi jika status Kaldera Toba dicabut dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Suarapena.com, JAKARTA – Ancaman pencabutan status UNESCO Global Geopark (UGGp) dari Kaldera Toba mengundang respons keras dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.

Ia menegaskan jika status prestisius itu dicabut, dampaknya bisa menghantam sektor pariwisata nasional dan menghancurkan roda ekonomi masyarakat lokal di kawasan Danau Toba.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Kalau wisatawan berkurang, dampak ekonominya akan terasa, termasuk pada perputaran usaha masyarakat sekitar Danau Toba,” tegas Evita dalam keterangannya, Senin (26/5/2025).

Kekhawatiran Evita bukan tanpa alasan. Data menunjukkan bahwa Danau Toba berhasil menarik lebih dari 420 ribu wisatawan mancanegara sepanjang 2024. Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Australia menjadi kontributor utama kunjungan tersebut. Selain itu, kawasan ini juga menyedot investasi sebesar 7,5 juta USD hanya dalam kurun Januari hingga September 2024.

Berita Terkait:  Komisi VII Akan Tindak Lanjuti Dugaan Ekspor Ilegal Bijih Nikel ke China, Negara Diduga Rugi Rp575 Miliar

“Status dari UNESCO ini bukan sekadar simbol. Ini magnet yang sangat kuat bagi wisatawan asing. Jika hilang, citra Danau Toba bisa jatuh drastis,” jelas politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Evita pun menyoroti anggaran Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 56,6 miliar yang digelontorkan pada 2024 untuk Geopark Kaldera Toba. Ia menuntut transparansi dan tanggung jawab penuh dari pengelola serta pemerintah dalam memanfaatkan dana tersebut demi menjaga status UNESCO.

Berita Terkait:  Penurunan Target Ekonomi Kreatif 2026 Disorot Putra Nababan

“Maksimalkan waktu yang ada untuk melakukan perbaikan. Ini menyangkut citra pariwisata Indonesia dan kredibilitas kita dalam pengelolaan konservasi alam,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Evita menekankan harapannya agar Danau Toba tetap menjadi destinasi kelas dunia yang dikelola sesuai standar internasional, bukan hanya untuk saat ini, tapi juga untuk generasi yang akan datang. (r5/rdn)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca